oleh

Begini Kiat Terbaru Bank Sampah di Tangsel

Kabar6-Gerakan sadar lingkungan melalui program Bank Sampah kini telah menjadi trend di masyarakat Kota Tangerang Selatan (Tangsel).

Setelah menjangkau kalangan dewasa, sosialisasi Bank Sampah kini mulai difokuskan kepada kalangan anak.

“Bila anak-anak sudah terbiasa memperoleh pengetahuan efek buruk dan manfaat baiknya mengelola sampah, maka saya yakin persoalan sampah bisa ditanggulangi,” kata Ketua Bank Sampah PKK Kota Tangerang Selatan, Tuti Sutiah Indra, Minggu (9/3/2014).

Dirinya terus mengajak warga di wilayah-wilayah pemukiman agar mau lebih peduli terhadap sampah. Melalui program Bank Sampah, warga diberikan pengetahuan dan praktek cara pengelolaan.

Jika dikelola secara baik dan benar, sambung Tuti, sampah terbukti mampu memberikan nilai ekonomis.

“Sekarang target sasaran kami di Tim Penggerak PKK Kota Tangerang Selatan menggandeng perguruan tinggi untuk mengajak anak-anak mau mengelola sampah di sekitar tempat tinggalnya,” terangnya.

Cuaca pagi itu yang kurang bersahabat lantaran matahari enggan menampakan sinarnya tak menyurutkan semangat 150 anak di RT 01-03 RW 03 Kelurahan Pamulang.

Bertepat dipelataran halaman gedung Fakultas Kedokteran Universitas Pamulang yang kini tengah dalam proses pembangunan, anak-anak telah berkumpul.

Mereka yang datang secara bergerombol sambil menenteng sapu lidi, pengki dan perkakas kebersihan lainnya. Seluruh anak-anak yang hadir mendapat wejangan ihwal, siapa lagi yang bisa menyelamatkan lingkungan, jika bukan mereka sendiri.

Anak-anak bertambah semangat ketika setiap orang diberikan kain ikat di kepala dengan tulisan ‘Pahlawan Lingkungan’.

“Janji ya, mulai besok tidak ada lagi yang buang sampah sembarangan,” pesan Ketua Bank Sampah Waru Asri, Sri Wahyuni disambut teriakan setuju oleh anak-anak yang hadir.

Sri juga memperkenalkan jenis sampah organik dan non-organik. Setelah itu, seluruh anak-anak diajak untuk mengevakuasi sampah dilingkungan sekitar menggunakan alat dan kantong plastik (tras bag) yang telah tersedia.

Saat ini pada Bank Sampah Waru Asri warga yang telah terlibat sebagai anggota telah mencapai 68 orang. Warga diajak untuk mau mengelola sampah dan hasilnya dapat diterima oleh setiap warga saat menjelang Hari Raya Idul Fitri mendatang. **Baca juga: PAD Industri Pariwisata di Tangsel Jeblok?

“Mau enggak ikut Bank Sampah juga?. Sampah yang ada di rumah anak-anak atau bekas bungkus jajan dikumpulkan. Nanti hasilnya bisa buat beli buku, sepatu dan tas sekolah,” terang Sri kembali disambut senyum dan anggukan kepala anak-anak tanda setuju.(yud)

Berita Terbaru