oleh

Begini Firasat Anak Korban yang Juga Polisi

Kabar6-Keinginan dari Bripda Eko Widiyantoro, anggota Sabhara Polda Metro Jaya, untuk bisa masuk ke tayangan televisi saat menjalankan tugas harus berujung duka.

Bukan dirinya yang masuk televisi tapi malahan ayahnya yang meninggal akibat ditembak orang tak dikenal ketika diperjalanan menuju tempat bertugas.

“Ya, emang si Eko tadi bilang firasatnya dia pengen sekali masuk televisi pas tugas,” kata Kris Budi (57), paman Eko yang ditemui kabar6.com di rumah duka, Rabu (7/8/2013).

Kris menjelaskan, anak pertama korban itu baru saja lulus menjadi anggota kepolisian. Eko baru duduk di semester tiga bangku kuliahnya dan memilih masuk ke Korps Bhayangkara ketimbang melanjutkan ke perguruan tinggi.

Usai waktu imsyak makan sahur tiba, terang Kris, keluarganya mendapatkan kabar bahwa Aiptu Dwiyatno (50)meninggal akibat ditembak orang tidak dikenal dibagian belakang kepalanya. Ia langsung menghubungi Eko bahwa ayahnya telah tutup usia dan menyuruh untuk pulang.

“Mungkin karena panggilan jiwa ya kuliahnya ditinggalin dan milih jadi polisi. Ternyata firasatnya benar tapi malah ayahnya yang masuk televisi,” terang Kris.

Dwiyatno saat itu  hendak berangkat bertugas menggunakan kendaraan sepeda motor dinas Suzuki Smash nopol 2643-31 VII. Setibanya depan gang Mandor, Jalan Otista Raya, RT 03/11, Kelurahan Ciputat, Ciputat, Kota Tangsel, sekitar pukul 04.30 WIB, korban ditembak dan pelaku melarikan diri.

Anggota Binmas Polsek Metro Cilandak yang bermukim di Alam Segar I RT 001/08, Kelurahan Pamulang Barat, Kecamatan Pamulang itu meninggal setelah dua butir peluru menembus kepala bagian belakang. Lokasinya hanya berjarak sekitar 50 meter dari pintu gerbang masuk RS Sari Asih Ciputat.

Dalam kurun waktu kurang dari sebulan, aksi penembakan terhadap aparat kepolisian di wilayah hukum Kota Tangerang Selatan (Tangsel), kembali terjadi. Kasus ini merupakan kali kedua setelah sebelumnya kasus serupa juga terjadi di jalan Raya Cirendeu, Ciputat Timur.(yud/tur)

Berita Terbaru