oleh

Beda Siklus Menstruasi Sesuai Usia

Kabar6-Setiap bulan normalnya wanita mendapat menstruasi, meskipun terkadang siklusnya sulit untuk diprediksi. Pada dasarnya, perubahan siklus menstruasi terjadi karena beberapa faktor. Termasuk karena perubahan hormon, kondisi tertentu seperti kehamilan, hingga faktor usia.

Ya, seorang wanita cukup berpengaruh terhadap siklus haid yang terjadi. Melansir halodoc, berikut adalah perbedaan siklus menstruasi normal sesuai usia:

1. Usia 20-an tahun
Memasuki usia 20 tahun, siklus haid biasanya sudah mulai mengalami perubahan, karena pada masa ini, proses ovulasi yang terjadi mulai tidak teratur sehingga siklus haid pada usia ini pun menjadi tidak menentu.

Meskipun demikian, meski siklus haid mengalami peningkatan atau penurunan setiap bulannya. Pada usia ini, PMS (premenstrual syndrome) mungkin akan lebih sering dialami. Biasanya kondisi ini juga dibarengi dengan kram serta rasa nyeri pada payudara.

2. Usia 30-an tahun
Perubahan siklus menstruasi yang terjadi pada usia ini ditandai dengan rasa sakit yang terasa lebih hebat dan berat dibanding kram biasa. Namun jangan sampai mengabaikan gejala ini, sebab bisa jadi rasa nyeri yang dahsyat tersebut merupakan tanda adanya masalah, yaitu pertumbuhan tumor jinak yang disebut fibroid.

Bagi wanita yang sudah pernah melahirkan, biasanya pada masa ini juga akan terjadi perubahan siklus haid dalam jangka yang panjang. Namun biasanya rasa nyeri sebelum haid mungkin tidak akan lagi dirasakan wanita yang sudah pernah melahirkan, sebab proses tersebut menyebabkan serviks menjadi sedikit lebih besar, sehingga saat menstruasi tidak lagi terjadi kontraksi rahim yang kuat.

3. Usia 40-an tahun
Pada usia 40 tahun terjadi perubahan hormon yang menyebabkan ovulasi menjadi tidak teratur. Tak hanya itu, biasanya wanita pada usia ini akan mengalami rentang PMS yang jauh lebih panjang dibandingkan usia sebelumnya.

Selain itu, pada usia ini biasanya juga sudah mulai terlihat gejala perimenopause. Biasanya gejala ini sudah bisa diprediksi pada usia ini namun tidak ada yang tahu kapan tepatnya akan terjadi.

Masa menopause biasanya terjadi pada awal usia 50 tahun. Namun tubuh sudah mulai mempersipkan akhir masa menstruasi tersebut pada delapan hingga sepuluh tahun sebelum memasuki masa ini. Usia 40 tahun menjadi gerbang fluktuasi hormon perimenopause, yang merupakan prekursor menopause.

Namun pada usia ini, wanita masih memiliki peluang untuk mengalami kehamilan meski ovulasi tidak menentu, sebab wanita dikatakan telah menopause sempurna saat ia sudah berhenti menstruasi setidaknya selama satu tahun. ** Baca juga: Perhatikan Beberapa Bahan Makanan yang Sebaiknya Tidak Diblender

Artinya, perubahan siklus menstruasi yang terjadi sebenarnya adalah hal yang wajar. Tapi jika hal ini terus terjadi dan terlihat tidak wajar segera lakukan pemeriksaan. ** Baca juga: Europixpro Door, Produk Anak Negeri Berkualitas Dunia

Terlebih apabila siklus haid yang tidak teratur disertai dengan perubahan durasi, hingga konsistensi perdarahan yang tak stabil, karena hal itu bisa menjadi tanda adanya gangguan tiroid, sindrom ovarium polikistik, atau masalah kesehatan lain.(ilj/bbs)

Berita Terbaru