oleh

BBN Himbau Masyarakat Waspadai Paket Narkoba Salah Alamat

Kabar6-Badan Narkotika Nasional (BNN) menghimbau masyarakat agar lebih waspada terhadap paket kiriman barang nyasar. Karena, tidak tertutup kemungkinan paket barang dimaksud justru berisi narkotika.

“Sudah banyak kasus seperti itu kami temukan. Dan, warga yang tidak mengetahui isi paket narkotika itu, tetapi menerimanya, justru akhirnya ditangkap petugas,” ujar Humas BNN Kombespol Sumirat Dwiyanto, Minggu (3/2/2013).

Menurut Sumirat, modus tersebut kiranya bukan alamat palsu. Melainkan memang paket narkotika yang dikirim menggunakan alamat orang lain. Dimana, orang tersebut tidak tahu menahu ikut terseret dalam kasus penyeludupan.

“Sesuai prosedur pengembang kasus, siapapun penerima paket tersebut sesuai alamat yang dituju, tetap akan ditangkap. Ketika paket berisikan narkotika itu diserahkan dari petugas PJT kepada orang tersebut sesuai alamat. Memang seharusnya pemilik alamat menolak paket dimaksud,” ujarnya lagi.

Namun demikian, lanjut Sumirat, setelah proses pemeriksaan selesai, dan pemilik alamat rumah memang tidak terlibat dengan paket narkoba tersebut, pihaknya tentu akan melepasnya kembali.

“Biasanya, pengirim paket akan menggunakan modus berkenalaan dengan pemilik alamat melalui jejaring sosial. Setelah itu, barulah paket narkoba dikirim oleh pelaku. Dan, tanpa sepengetahuan pemilik rumah, jaringan pelaku akan terus mengamati paket tersebut,” ujar Sumirat lagi.

Menurut Sumirat, salah satu langkah yang bisa dilakukan pemilik rumah yang menjadi korban pengiriman paket narkoba adalah, dengan langsung melaporkan hal itu kepada petugas.

Kepala Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Soekarno Hatta, Tangerang, Okto Irianto mengatakan, dalam rentan waktu Januari 2013 saja, empat kasus penyeludupan berhasil dicegah petugas Bea Cukai.

Dengan barang bukti hasil penindakan senilai Rp 6.853.530.000. Tujuh orang terdiri dari lima orang Warga Nagera Indonesia (WNI) dan dua Warga Negara Asing (WNA), ditangkap. Modus yang paling banyak digunakan adalah kiriman paket jasa titipan.

“Selama bulan Januari, modus kiriman paket paling banyak digunakan. Paket itu isinya berbagai jenis narkotika,” kata Okto.(rah)

 

Berita Terbaru