oleh

Batasi Konsumsi Makanan yang Digoreng Agar Kolesterol Tidak Gampang Naik

Kabar6-Banyak orang yang gemar mengonsumsi makanan yang digoreng, entag sebagai camilan atau makanan utama. Padahal, jika dikonsumsi berlebihan ada risiko di balik makanan tersebut, salah satunya adalah kolesterol tinggi.

Makanan gorengan cenderung mengandung banyak lemak, kalori, dan garam. Hal ini karena makanan gorengan sering dimasak menggunakan minyak terhidrogenasi, yaitu mengandung asam lemak trans yang tinggi.

Proses menggoreng, atau yang disebut dengan deep frying, menyebabkan makanan kehilangan air dan lebih banyak menyerap lemak, serta mengubah kualitas makanan dan membuat makanan tersebut menjadi lebih banyak kalori.

Kandungan asam lemak trans tertinggi pada makanan gorengan (ayam goreng tepung, telur goreng dan tempe mendoan), produk ruminansia (daging rawon, sop buntut dan beef burger keju), dan produk makanan jadi (menggunakan margarin atau minyak terhidrogenasi) seperti coklat, biscuit, dan croissant.

Deep frying, melansir tanyadokter, adalah proses menggoreng dengan cara merendam bahan makanan ke dalam minyak goreng pada suhu 163-1960 Celcius. Kerusakan minyak akibat proses penggorengan pada suhu tinggi akan merusak ikatan rangkap pada asam lemak tidak jenuh sehingga hanya tinggal asam lemak jenuh saja. Hal tersebut berisiko membuat kolesterol darah semakin tinggi.

Konsumsi asam lemak trans berdampak pada peningkatan kadar kolesterol LDL (kolesterol buruk) dan menurunkan kadar kolesterol HDL (kolesterol baik). Kontribusi tertinggi asupan lemak trans total berasal dari makanan gorengan. Asam lemak trans juga dapat memicu penyempitan, penebalan, dan pengerasan dinding pembuluh darah serta menghambat aktivitas enzim pada metabolisme lemak.

Beberapa cara untuk mengurangi risiko buruk konsumsi gorengan adalah dengan mengganti minyak trans atau minyak yang telah mengalami hidrogenasi dengan jenis minyak yang lebih sehat seperti minyak zaitun, biji bunga matahari, atau minyak jagung, serta perlu diingat untuk menghindari penggunaan minyak secara berulang. ** Baca juga: Ahli Sebutkan, Penggunaan Tabir Surya Tidak Jamin Kulit Terlindung dari Sinar Matahari

Lebih disarankan untuk sekali pakai dalam menggoreng. Selain itu dapat juga dengan mengganti proses menggoreng dengan memanggang makanan menggunakan oven.(ilj/bbs)

ID:2659 Responsif

Berita Terbaru