Baru Dibangun Sudah Rusak, Begini Kejanggalan Proyek Jalan di Sukadiri

kabar6.com
Betonisasi di Kampung Paseban.(vero)

Kabar6-Proyek betonisasi jalan di Kampung Paseban RT 06 RW 02, Desa Sukadiri, Kecamatan Sukadiri, Kabupaten Tangerang diindikasikan sarat kejanggalan. Sebab, baru empat pekan selesai dikerjakan kondisi jalan sudah rusak.

Berdasarkan pengamatan Kabar6.com, Minggu 8 Juli 2018, jalan sepanjang 500 meter itu sudah dipenuhi retakan. Retakan berukuran panjang sekira 50 sentimeter hingga 70 meter memenuhi badan jalan yang pembangunannya menyedot Anggaran Pendapatan Belanja Daerah Kabupaten Tangerang sebesar Rp191 juta lebih itu.

Selain retakan jalan, sebuah pohon berukuran besar dan tinggi juga masih dibiarkan tegak berdiri di bahu jalan.

Berdasarkan catatan plang proyek yang terpampang di pinggir jalan itu, proyek jalan ini dibiayai oleh APBD Kabupaten Tangerang melalui pagu Kecamatan Sukadiri sebesar Rp191.183.000 yang dikerjakan oleh CV Cemerlang. Warga setempat sudah menaruh curiga ketika sejak awal melihat fisik jalan yang terkesan asal asalan.

“Kami memang tidak memahami tentang konstruksi jalan, namun proyek pembangunan betonisasi jalan di Kampung Paseban ini, tidak enak indah dipandang mata, belum apa-apa sudah pada retak,” ujar Tokoh Masyarakat Kampung Paseban, Desa Sukadiri Jamal.

Menurut dia, belum genap empat minggu selesai dibangun, warga sudah banyak yang mengeluhkan proyek tersebut.

“Badan jalan sudah retak dan pecah. Warga khawatir jika kondisi ini tidak disikapi kerusakan yang lebih parah bakal menanti,” kataya.**Baca Juga: Asian Games, Kodim 0510 Tigaraksa Siagakan Personel.

Selain itu, kata Jamal, pinggir badan jalan juga tidak dirapikan. Sehingga tidak lurus. Jamal mengatakan, ada beberapa kejanggalan dalam proses pembangunan jalan Paseban tersebut. Di antaranya kontraktor langsung mencabut alat pencetak betonisasi jalanan atau populer disebut bagisting satu hari setelah jalan dilakukan pengecoran. Padahal, biasanya bagisting dicabut minimal empat hari agar coran menjadi kuat.

“Rencananya, warga akan membuat surat keluhan proyek pembangunan betonisasi jalan Kampung Paseban ke Pemkab Tangerang melalui kecamatan agar kontrak kembali memperbaiki jalan yang retak,” katanya.(Vero)