Bang Ben Sewot Pergoki PKL di Pasar Serpong‎ Dableg

Kondisi Pasar Serpong kurang sepekan pascapenertiban.(yud)

Kabar6-Ulah yang telah dipertontonkan oleh sejumlah Pe‎dagang Kaki Lima (PKL) di Pasar Serpong, Kota Tangerang Selatan (Tangsel) sungguh keterlaluan.

Fakta di lapangan terbukti sulit terbantahkan, bahwa kegiatan penertiban yang melibatkan aparat gabungan pada Selasa pekan lalu hasilnya tidak efektif.

Wakil Walikota Tangsel, Benyamin Davnie‎ mengakui konisi di atas dilihat olehnya secara langsung. Jejeran lapak begitu bebas menawarkan beragam komoditas pertanian kepada para pelanggannya.

Meski kondisi tata ruang perkotaan di sekitar Pasar Serpong jadi semakin semrawut, tapi pedagang tetap acuh.

“Pas waktu liburan panjang kemarin saya lihat secara langsung. Kayaknya memang PKL di Pasar Serpong itu ternyata dableg (sulit diatur) juga ya,” katanya kepada wartawan di Buaran, Kecamatan Serpong, Senin (28/3/2016).

‎Atas kondisi di atas, Bang Ben, sapaan akrab Benyamin Davnie, menginstruksikan kepada aparat di Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) tingkat kota dan kecamatan segera bertindak tegas. Para personel‎ Korps Praja Wibawa di Kota Tangsel itumesti turun kembali ke lapangan.

Meninjau langsung bersama dengan unsur aparatur perangkat daerah lainnya serta dibantu petugas TNI/Polri menjaga ketertiban di sekitar Pasar Serpong.

Bang Ben bilang, jangan malahan terlihat menjadi tak berdaya mengatasi prilaku para PKL yang selalu kucing-kucingan‎ terhadap petugas.

Kepala Satpol PP Kota Tangsel Azhar Syam’un Rachmansyah beserta jajarannya mesti mampu menjaga sekitar trotoar area Pasar Serpong bebas dari PKL.

Sikap tegas tanpa pandang bulu ini sesuai amanat dalam Peraturan Daerah (Perda) Nomor 09 Tahun 2010 tentang Keamanan dan Ketertiban Umum Masyarakat.

“Intinya, yang bosen dalam menjaga pasar itu Satpol PP atau pedagang. Mereka harus mampu jaga kondisi pasar‎. Itu aja siy,” tegasnya.

Bang Ben tak ingin lagi mendengar alasan klasik penyebab sulitnya menjaga ketertiban di sekitar area Pasar Serpong. Pengakuan keberadaan bebasnya PKL lantaran dibekingi oleh oknum masyarakat sekitar beserta aparatur daerah Tangsel merupakan cerita usang.

Sebab, selama ini aparatur wilayah yang tergabung dalam wadah Musyawarah Pimpinan Kecamatan‎ (Muspika) sudah sering melakukan rapat koordinasi lintas sektoral. Wadah komunikasi antarlembaga daerah ini tentunya dibantu oleh unsur personel TNI/Polri.

Aparat wilayah hukum setempat bersama unsur dari Muspika Serpong terus melakukan pendekatan persuasif kepada para pemangku kepentingan di Pasar Serpong. **Baca juga: Satpol PP Jangan Tunggu Perintah Jaga Pasar Serpong.

Pesannya kepada semua pihak agar mau melaporkan bila punya bukti valid adanya oknum aparatur daerah yang terbukti merangkap jadi “centeng”. **Baca juga: PKL di Pasar Serpong Kembali Bermunculan.

“Kalau terbukti ada oknum yang bekingin‎ segera laporin. Jangan sampai ada yang demikian, sanksinya teguran keras sampai pemecatan,” ujar Bang Ben.(yud)