oleh

Balita Bernama Ivy Harus Hidup Tanpa Air

Kabar6-Seorang bocah bernama Ivy Angerman seperti tidak bisa bermain di pantai, laut, atau kolam renang seperti teman-teman seumurannya. Nahkan, Ivy harus hidup tanpa air.

Mengapa hal ini bisa terjadi? Melansir thisisinsider, balita asal Minnesota, Amerika Serikat, ini mengidap sindrom alergi langka, yang konon hanya menyerang satu dari 50 orang dari seluruh populasi manusia di dunia. Alergi ini disebut Aquagenic Urticaria, jenis alergi yang mengakibatkan penderitanya terkena ruam-ruam merah yang gatal di area kulitnya akibat terkena kontak dengan air. Parahnya tidak hanya air mandi saja, ruam merah tersebut juga muncul jika Ivy menangis atau bahkan berkeringat.

Pihak medis sendiri masih belum tahu pasti hal apa yang menjadi pemicu terjadinya alergi air ini. Begitu juga dengan cara pengobatannya. Beberapa ahli kesehatan curiga bahwa reaksi alergi tersebut tidak muncul gara-gara kontak dengan air melainkan dengan kandungan kimia yang terdapat di dalam air tersebut, contohnya adalah chlorine.

Teori lainnya mengemukakan, bisa jadi alergi air ini disebabkan gara-gara adanya substansi di dalam tubuh yang memproduksi racun, sehingga mengakibatkan munculnya ruam merah saat terkena kontak dengan air. Tapi sampai sekarang tak ada yang tahu pasti penyebabnya.

Untuk saat ini, perawatan terhadap penderita alergi ivy hanya ada dua jenis, yaitu dengan menggunakan salep histamine untuk membantu meringankan gatal-gatal, terapi ultraviolet B atau yang disebut dengan phototherapy, dan krim yang berguna untuk melapisi kulit dan bertindak sebagai pemisah antara kulit dan air. ** Baca juga: Begini Tradisi Pernikahan Kerajaan Inggris

Untuk kasus Ivy, dokter yang menangani kasus ini menyarankan agar Ivy sekeluarga pindah ke rumah dengan sistem central air conditioning dan juga memandikan Ivy dengan menggunakan air yang sudah dimurnikan untuk membantu mencegah kemungkinan munculnya reaksi alergi.(ilj/bbs)

Berita Terbaru