oleh

Bahaya Mudik Saat Pandemi COVID-19

Kabar6-Aktivitas mudik sudah menjadi tradisi tahunan bagi masyarakat Indonesia. Saat mudik, puluhan ribu orang berbondong-bondong pulang ke kampung halamannya untuk berkumpul dengan keluarga besar, dan bersama-sama merayakan Idul Fitri.

Sayang, libur lebaran tahun ini tampaknya akan jauh berbeda dibandingkan tahun-tahun lalu. Pemerintah mengimbau masyarakat agar tidak mudik saat pandemi COVID-19 masih berlangsung.

Langkah ini ditempuh untuk mencegah penyebaran COVID-19 ke berbagai wilayah di Indonesia, terutama wilayah dengan akses fasilitas kesehatan yang masih terbatas.

Terlebih lagi, jumlah total orang yang terinfeksi tidak bisa diketahui secara pasti. Karena itulah, aktivitas mudik saat pandemi COVID-19 justru dapat membawa bahaya bagi diri sendiri dan keluarga.

COVID-19 menular dengan sangat cepat. World Health Organization (WHO), melansir Hellosehat, menyebutkan bahwa laju transmisi COVID-19 mencapai 2,5. Artinya, satu orang pasien positif dapat menginfeksi setidaknya dua orang yang sehat. Ketika mudik, Anda terpapar ratusan hingga ribuan orang selama perjalanan. Jumlah orang yang berdekatan dengan Anda tentu lebih banyak lagi, saat Anda menggunakan transportasi umum seperti kereta api, bus, kapal laut, atau pesawat terbang.

Anda pun tidak hanya berdekatan dengan sesama pemudik, tapi juga penjaja makanan, petugas tiket, dan sebagainya. Anda tidak bisa mengenali siapa yang positif COVID-19 dan yang tidak. Bahkan, pasien positif pun mungkin tidak sadar terjangkit COVID-19 karena tidak menunjukkan gejala.

Anda juga bisa tertular COVID-19 jika menyentuh benda yang terkontaminasi virus, lalu menyentuh mata, hidung, atau mulut tanpa mencuci tangan. Virus bisa menempel pada fasilitas umum, pintu kendaraan, atau benda lain yang ditemui selama perjalanan.

Bayangkan apabila seseorang tertular COVID-19 saat mudik. Orang tersebut, atau bahkan Anda sendiri, dapat melanjutkan penyebaran ke belasan hingga ratusan orang. Mereka yang tertular tanpa sadar akan membawa COVID-19 ke kampung halamannya.

Anda bisa jadi sudah terpapar virus tanpa menyadarinya, entah di kota asal ataupun selama perjalanan. Di kampung halaman, orang-orang yang paling berisiko terinfeksi adalah orangtua Anda, sanak saudara, serta seluruh warga yang belum tentu memiliki akses mudah terhadap fasilitas kesehatan. ** Baca juga: Studi: Angka Kematian Akibat COVID-19 Lebih Tinggi di Negara dengan Tingkat Polusi Parah

Sayangi keluarga, dan setelah pandemi COVID-19 berakhir, Anda tentu bisa mudik ke kampung halaman.(ilj/bbs)

Berita Terbaru