oleh

Bagaimana Risiko Kesehatan Pekerja Malam?

Kabar6-Tubuh manusia diatur oleh jam biologis dengan siklus yang berlangsung selama 24 jam atau disebut sebagai ritme sirkadian. Jam biologis ini mengatur begitu banyak fungsi organ tubuh, termasuk juga sebagai tanda kapan Anda harus makan, tidur, dan bangun.

Nah, setiap individu memiliki preferensinya tersendiri, sehingga ada yang lebih suka bangun pagi atau siang hari. Apakah Anda lebih fokus bekerja di pagi hari atau menjelang malam hari? Jika Anda tergolong mudah bangun pagi, melansir sciencedaily, dapat berkonsentrasi kerja di pagi hari, dan tidur lebih awal, Anda termasuk dalam kategori early riser. Sebaliknya, jika pikiran terasa lebih jernih dan fokus bekerja menjelang malam, waktu tidur pun lebih larut malam, sehingga bangun pun lebih siang, maka Anda dapat dikategorikan sebagai night owl.

Sebuah penelitian yang dirilis dalam jurnal Advances in Nutrition menyebutkan, terdapat sejumlah risiko kesehatan yang membayangi para night owl. Penelitian yang dipimpin Dr. Suzana Almoosawi dari Brain, Performance and Nutrition Research Centre, Northumbria University ini menemukan, para night owl cenderung mengonsumsi makanan yang kurang sehat, alkohol, gula, minuman berkafein, dan fast food dibandingkan para early riser. Bangun siang membuat para night owl sering melewatkan sarapan pagi, sehingga mengacaukan siklus makan yang berujung pada berbagai gangguan kesehatan.

Penelitian bertajuk ‘Chronotype: Implications for Epidemiologic Studies on Chrono-Nutrition and Cardiometabolic Health’ ini juga menemukan bahwa preferensi gaya hidup night owl atau early riser dapat berubah seiring bertambahnya usia. Kebiasaan early riser dapat ditemukan sejak bayi berusia tiga minggu, yang kemudian mulai mengalami perubahan memasuki masa kanak-kanak.

Lebih dari 90 persen anak berusia dua tahun termasuk dalam kategori early riser, tetapi angka ini menurun hingga 58 persen saat memasuki usia enam tahun. Perubahan terus terjadi hingga memasuki masa puber dan memilih preferensi sebagai night owl. Preferensi ini akan dipertahankan hingga awal usia 50-an, lalu perlahan berubah kembali menjadi early riser. Preferensi ini juga dapat dipengaruhi oleh etnis dan lingkungan.

Menurut studi, orang-orang Jerman lebih aktif di malam hari. Berbeda dengan orang India atau Slovakia yang lebih aktif di pagi hari. Namun bukan berarti seluruh penduduk ketiga negara ini memiliki preferensi yang sama, karena penduduk urban dan pedesaan pun memiliki preferensi yang berbeda.

“Kami menemukan bahwa gen, etnis, dan gender dapat menentukan kecenderungan seseorang lebih aktif di pagi hari atau di malam hari. Di usia dewasa, menjadi seorang night owl memiliki risiko yang lebih besar terkena penyakit jantung dan diabetes tipe 2,” jelas Almoosawi.

Ditambahkan, “Kondisi ini disebabkan kebiasaan makan yang buruk. Penelitian kami juga menemukan, pengidap diabetes yang sulit mengontrol kesehatannya juga besar kemungkinan seorang night owl.” ** Baca juga: 5 Jenis Makanan ‘Kurang Garam’ yang Bantu Hindari Hipertensi

Bagaimana dengan Anda?(ilj/bbs)

Berita Terbaru