Bagaimana Kondisi Miss V Saat “On”?

Ilustrasi/bbs
Ilustrasi/bbs
Ilustrasi/bbs
Ilustrasi/bbs

Kabar6-Dalam hal seks, terdapat beberapa perbedaan maupun kesamaan antara pria dan wanita. Sama halnya dengan pria, wanita pun akan terangsang apabila melihat hal-hal berbau seks, yang menurut mereka dapat memacu gairah.

Saat otak merasakan potensi rangsangan, pembuluh darah akan mengembang dan darah langsung mengalir deras. Sirkulasi yang meningkat tersebut, dikutip dari cnnindonesia.com, memacu sekresi vagina, yaitu pelumas yang terdiri dari protein dan asam amino, dan desiran pada vagina.

Akibatnya, ribuan ujung saraf di daerah paling sensitif pada vagina menyala. Jaringan klitoris membengkak dan terasa kaku, bagian mini tersebut akan mengeras.

Nah, apabila wanita benar-benar terangsang, maka bagian klitorisnya pun dapat membesar tiga kali lipat dari ukuran normal.

Dibutuhkan beberapa saat setelah bercinta agar klitoris menyusut kembali, meskipun pada fase sementara ini, akan sulit bagi beberapa wanita untuk buang air kecil.

Kondisi yang terjadi selanjutnya adalah bagian serviks atau mulut rahim akan melunak. Dan, jika bagian serviks atau saraf utama sekitarnya digerakkan oleh Mr P saat bercinta, hal tersebut dapat menyalakan daerah kesenangan yang sama di otak wanita, seperti halnya ketika diaktifkan saat foreplay.

Pada sekitar 10 persen wanita, kontraksi otot pada dasar panggul selama orgasme dapat mendorong keluarnya beberapa tetes cairan bening dari uretra. ** Baca juga: Seputar Orgasme yang Wajib Diketahui Wanita

Cairan ejakulasi pada wanita bukan urin, namun terdiri dari gula alami dan fosfatase asam prostat, bahan kimia yang juga ditemukan dalam air mani. Saat inilah pria akan menganggap pasangannya sangat seksi.(ilj/bbs)