oleh

APTB Terlarang di Jalur Busway, Begini Kecewa Warga Tangsel

Moda transportasi massal (APTB) jurusan Ciputat-Kota.‎(yud)

Kabar6-Masyarakat Tangerang Selatan (Tangsel), pengguna transportasi umum APTB (Angkutan Perbatasan Terintegrasi Busway), menyesalkan kebijakan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI JAkarta yang melarang pemanfaatan jalur Trans Jakarta untuk bus APTB.

Sedianya, pelarangan APTB melintasi jalur busway itu akan mulai berlaku efektif awal Bulan Juni 2016, atau tinggal beberapa hari lagi. 

Setidaknya, kekecewaan itu terlontar dari mulut Kayan (25). Warga Kecamatan Ciputat yang sekaligus Pengguna moda transportasi massal APTB ini, sedianya berharap Pemprov DKI membatalkan pelarangan itu.

Kayan menilai bila larangan itu benar-benar diberlakukan, maka akan menyengsarakan masyarakat di pinggiran Jakarta yang setiap hari beraktivitas (bekerja) di Jakarta.

“Lewat jalur busway itukan seperti ada semacam prioritas. Jadi Kami yang biasa macet-macetan di jalan, kalau melewati jalur busway tentu bisa lebih cepat sampai tujuan,” ujar karyawati swasta itu lagi, Sabtu (28/5/2016).

Kayan juga mengaku akan lebih senang menggunakan Bus APTB, ketimbang angkutan massal lainnya yang kondisinya kumuh dan berbiaya mahal.

“Kalau naik APTB kan enggak sampai Rp10.000. Tapi kalau naik angkutan lain, ongkos saya jadi lebih mahal,” tukasnya sembari mengaku bila setiap hari harus hilir-mudik Cawang-Ciputat.

Hal senada juga disampaikan Felci (23), warga Tangsel lainnya. Dia beranggapan dengan pelarangan melintasi jalur Trans Jakarta, maka APTB tidak akan beroperasi.

“Saya sudah nyaman sekali menggunakan APTB. Jadi kalau sampai tidak beroperasi, tentu merugikan masyarakat. Berbagai berita belakangan membahas APTB tidak beroperasi,” timpal SPG di wilayah Pluit itu lagi. **Baca juga: Ini 19 Kecamatan di Kabupaten Tangerang yang Berubah Plat A.

Sementara, Tarino (45), sopir Bus APTB jurusan Ciputat-Blok-M saat dijumpai mengaku, telah mendapat informasi dari manajemen perusahaannya, terkait pelarangan melintas di jalur Trans Jakarta.  **Baca juga: Peringati Hari Lahir Pancasila, KNPI Legok Gelar Baksos.

“Saya sih ikut saja, kalau memang tidak boleh mau gimana. Tapi rasanya pasti akan ada penurunan penumpang kalau memang dilarang,” singkat pria yang sudah 20 tahun lebih berprofesi sebagai sopir itu.(yud)

**Baca juga: Raperda KTR Disahkan, Bea Rokok Rp47 Miliar di Tangsel Lenyap.

Berita Terbaru