oleh

APBD Kabupaten Tangerang Naik 16,3 Persen

Kabar6-Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Tangerang naik 16,3 persen. Kenaikan berasal dari hasil pajak daerah, retribusi daerah, pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan, dan PAD lainnya yang sah.

Demikian diungkapkan Bupati Tangerang A Zaki Iskandar saat menyampaikan Pengantar Nota Keuangan dan Penjelasan Rancangan Peraturan Daerah tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan Kabupaten Tangerang Tahun Anggaran 2013 di ruang Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Tangerang, Kamis (25/7/2013).

“Pendapatan daerah meningkat sebesar Rp 422,03 miliar, yang semula Rp 2,58 trilyun menjadi Rp 3,00 trilyun atau naik 16,3 persen. Kenaikan terjadi pada PAD sebesar Rp 252,16 miliar, Dana Perimbangan sebesar Rp 114,11 miliar, dan lain-lain pendapatan asli daerah yang sah sebesar Rp 55,76 miliar,” kata Zaki.

Zaki menegaskan sejumlah substansi pokok yang menyebabkan perubahan asumsi-asumsi dasar dan mempengaruhi penyusunan RAPBD

Tahun Anggaran 2013. Subtansi pokok ini meliputi perubahan asumsi pendapatan daerah yang disebabkan oleh peningkatan PAD, baik yang berasal dari hasil pajak daerah, retribusi daerah, pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan, maupun lain-lain pendapatan asli daerah yang sah.

Disebutkan, adanya peningkatan dana perimbangan berupa Bagi Hasil Pajak/Bukan Pajak yang berasal dari Dana Bagi Hasil Pajak Provinsi dengan memperhatikan realisasi semester I Tahun Anggaran 2013 Pemerintah Kabupaten yang belum direalisasikan, merupakan akibat pelampauan target Tahun Anggaran 2012.

Selain itu juga karena peningkatan penerimaan dana penyesuaian dan penerimaan bantuan keuangan provinsi.

Sementara perubahan asumsi belanja daerah, jelas Zaki, disebabkan oleh peningkatan Belanja Tidak Langsung, yaitu untuk kenaikan belanja pegawai berupa gaji dan tunjangan, tambahan penghasilan dan insentif pemungutan pajak daerah, dan retribusi daerah.

“Kenaikan terjadi pula pada bantuan sosial, bantuan keuangan kepada pemerintahan desa dan belanja tidak terduga,” ujarnya.

Dijelaskan, juga terjadi peningkatan dan perubahan target kinerja melalui pergeseran atau perubahan program dan kegiatan.

“Kenaikan terbesar terjadi pada belanja modal, khususnya untuk pembangunan infrastruktur,” terangnya.

Terkait perumusan asumsi dasar yang akan digunakan dalam penyusunan RAPBD Perubahan Tahun Anggaran 2013, menurut Zaki, tetap bertitik tolak pada prioritas pembangunan daerah.

Yaitu, meningkatkan kualitas kinerja pelaksanaan pemerintahan yang demokratis akuntabel dan berkualitas, meningkatkan penataan sarana/prasarana daerah yang serasi seimbang untuk setiap kawasan, meningkatkan pertumbuhan ekonomi yang merata dan berkualitas serta berkelanjutan, dan meningkatkan penataan lingkungan yang bersih, sehat, dan nyaman.(suk/hms/jus)

Berita Terbaru