oleh

Apatis Pemilu, Nelayan Cituis Pilih Golput

Kabar6-Sosialisasi yang terus digeber Komisi Pemilihan Umum (KPU) sebagai pihak penyelenggara Pemilu, kiranya tidak serta merta mampu mengajak seluruh masyarakat untuk turut berpartisipasi.

Sebaliknya, tebalnya ketidakpercayaan terhadap kinerja pemimpin dan wakil rakyat yang maju di Pileg sekarang maupun yang telah menjabat sebelumnya, membuat sebagian masyarakat tetap memilih bersikap apatis.

Di Kabupaten, sikap apatis terhadap pelaksanaan Pemilu 2014 ditunjukkan oleh kalangan nelayan. Bahkan, menjelang hari H pencoblosan yang akan dihelat pada 9 April mendatang, sejumlah nelayan sudah memastikan diri untuk tidak ikut mencoblos alias golput.

“Mau partai apapun yang berkuasa, mau siapapun calegnya, tetap saja dari dulu sampai sekarang, dan mungkin nanti saya akan tetap jadi nelayan,” ujar Nurdin, salah seorang nelayan di Cituis, Kecamatan Pakuhaji, Kabupaten Tangerang, Senin (7/4/2014).

Hal serupa diungkapkan Maryono, nelayan lainnya. Bahkan sejak berpuluh tahun lamanya, berulang kali pergantian pemimpin dan wakil rakyat, dirinya merasa tidak pernah mendapatkan perhatian apapun dari pemimpin dan wakil rakyat yang ada.

“Ada atau tidak ada pemimpin dan wakil rakyat, buat saya ya gak ngaruh. Dari dulu sampai sekarang, yang saya dapat denger cuma berita soal korupsi para pemimpin dan wakil rakyat itu. Boro-boro dapet perhatian, apalagi bantuan,” ujar Maryono lagi. 

Suara yang muncul dari kalangan nelayan tersebut, tak urung mengundang rasa keprihatinan dari Ketua Fraksi Demokrat DPRD Kabupaten Tangerang, M Nawa Said Dimyati.

“Suara para nelayan itu sungguh membuat saya merasa prihatin. Suara itu sekaligus menjadi bukti, bahwa sejatinya makna Pemilu sudah hilang dari hati masyarakat nelayan,” ujarnya.**Baca juga: Di Pakuhaji, Distibusi Logistik Pileg Pakai Andong.

Untuk itu, Nawa berharap KPU bisa lebih menggenjot lagi proses sosialisasi, agar benar-benar bisa mendongkrak tingkat partisipasi Pemilu di Kabupaten Tangerang.(mer)

Berita Terbaru