oleh

Apa Sebab Tubuh Bereaksi Aneh Saat Anda Jatuh Cinta?

Kabar6-Saat sedang jatuh cinta, banyak orang merasakan debaran jantung lebih cepat, perut terasa tidak nyaman, mendadak gugup, dan lain sebagainya. Bahkan, beberapa orang mengaku tubuh atau kaki terasa lemas.

Mengapa hal itu bisa terjadi? Apa sebab efek jatuh cinta membuat tubuh bereaksi aneh? Penelitian yang pernah dilakukan mengungkapkan, jatuh cinta berkaitan dengan fungsi tubuh serta hormon manusia.

Penelitian yang dilakukan oleh seorang profesor di Syracuse University, New York, AS, bernama Dr. Stephanie Ortigue, melansir kelascinta, menemukan hal unik bahwa perasaan romantis ternyata bukan dari hati, melainkan otak. Ya, otak akan bereaksi terhadap romantisme seperti saat orang berada dalam pengaruh kokain.

Saat jatuh cinta, sebanyak 12 area dalam otak akan saling terhubung dan melepaskan berbagai senyawa kimia pemicu rasa bahagia seperti oksitosin, dopamin, dan adrenalin.

Selanjutnya, gabungan dari ketiga hormon tersebut akan menghasilkan euforia pada bagian yang berhubungan dengan fungsi kognitif otak. Dan proses ini berlangsung sangat cepat, hanya dalam kedipan mata saja.

Untuk memahami proses ini, Dr. Stephanie melakukan sebuah eksperimen. Sejumlah responden akan diperlihatkan nama dan foto masing-masing orang yang mereka sayangi sepenuh hati. Saat diperlihatkan data-data tersebut, otak para responden juga dipindai menggunakan alat pemindai listrik agar bisa melihat aktivitas sel-sel dalam otak mereka.

Hasilnya, terjadi percepatan aktivitas pada area otak yang berhubungan dengan rasa penghargaan dan euforia. Area ini pun bereaksi saat seseorang menggunakan obat-obatan. Baik pria maupun wanita, sama-sama mengalami aktivitas otak tersebut.

Ternyata, euforia jatuh cinta dapat berlangsung hanya dalam kedipan mata saja. Namun, bagaimana dengan pasangan yang baru jatuh cinta setelah berteman cukup lama? Mengapa mereka tidak mengalami euforia otak tersebut saat pertama kali bertemu?

Jawabannya adalah kesadaran. Perbedaan antara cinta pada pandangan pertama dan cinta yang tumbuh beberapa waktu lamanya, kemungkinan terletak pada kesadarannya.

Rasa cinta itu mungkin sudah muncul sesaat ketika sang pria dan wanita bertemu, namun euforianya baru terjadi setelah mereka berdua berdekatan bersama dalam waktu yang lama. ** Baca juga: Mitos atau Fakta, Sering Begadang Bikin Otak Jadi Lemot

Fakta menarik lain yang ditemukan Dr. Stephanie lewat penelitian, cinta bisa datang sesaat pada pandangan pertama, tetapi perlu waktu lama untuk melupakannya.(ilj/bbs)

Berita Terbaru