Apa Saja Sih Penyebab Seseorang Sering Bersendawa?

Ilustrasi/bbs

Kabar6-Meskipun terkadang memalukan dan mengganggu kenyamanan, menurut Rebecca Tsang, MD, MPH, seorang ahli gastroenterologi di NorthShore University Healthy System di Evanston, Illionis, bersendawa bukanlah pertanda adanya penyakit serius, kecuali jika disertai gejala lainnya. Sebenarnya, apa sih penyebab seseorang sering bersendawa? Dilansir Meetdoctor, berikut uraiannya:

1. Makan berlebihan
Orang dewasa normal dapat dengan nyaman mengonsumsi 1-1,5 liter makanan dan cairan dalam makanan. Jika Anda makan lebih banyak, perut akan mengembang untuk mengakomodasinya. Bagi kebanyakan orang, kapasitas maksimalnya maksimal 3-4 liter.

“Saat Anda makan lebih banyak, Anda meningkatkan tekanan di perut Anda,” jelas Dr. Tsang. “Gas di perut Anda tidak memiliki tempat untuk keluar, sehingga dia naik ke kerongkongan dan kemudian keluar dari mulut Anda.”

2. Makan terlalu cepat
Saat makan kita akan menelan udara. Tapi jika Anda makan terlalu cepat atau makan dan mengobrol pada saat bersamaan, Anda bisa menelan lebih banyak udara daripada biasanya. Dan itu bisa membuat Anda banyak bersendawa. Demikian dijelaskan Michelle Honda, PhD, seorang dokter holistik. Makan lebih lambat dapat mengurangi gangguan tersebut.

3. Menghirup udara
Saat makan dengan perlahan sekalipun, Anda bisa menelan banyak udara. Istilah medis utuk jenis kembung dan bersendawa adalah aerophagia. Banyak hal yang bisa jadi penyebabnya, seperti mengisap permen keras, mengunyah permen karet, merokok, atau malah mengalami hiperventilasi karena kecemasan. Penderita sleep apnea yang memakai CPAP juga dapat mengalami aerophagia sebagai efek samping.

4. Makan sayuran tertentu
Makanan, bahkan yang sehat sekalipun,menghasilkan gas selama berada di dalam pencernaan. Gula, tepung, dan makanan berserat bisa membuat Anda banyak bersendawa. Sendawa Anda akan berbau sangat busuk jika Anda mengonsumsi makanan dengan senyawa yang mengandung belerang, seperti bawang merah, brokoli. Termasuk telur, daging, ikan dan bawang putih.

Menurut Honda, bau busuk yang keluar dari mulut saat bersendawa itu tidak berbahaya. Meski begitu, bersendawa berlebihan bisa menandakan adanya masalah pencernaan. Misalnya, orang yang intoleran laktosa mengalami kesulitan mencerna laktosa, sejenis gula dalam susu dan produk susu lainnya. Laktosa yang tidak tercerna bergerak langsung ke usus besar pada orang-orang ini, di mana bakteri bisa keluar dan menghasilkan gas yang menyebabkan bersendawa, kentut, dan kembung.

5. Minum soda
Jika Anda memiliki kebiasaan minuman bersoda atau yang mengeluarkan gelembung, seperti bir, Anda mungkin akan bersendawa.

6. Iritasi usus besar
Jika Anda bersendawa bersama gejala lainnya seperti kembung, sakit perut, dan konstipasi atau diare (atau keduanya), bisa jadi Anda mengalami sindrom iritasi usus besar (IBS). Gangguan kronis ini menyerang lebih banyak wanita ketimbang pria. Umumnya ini terkait dengan seringnya Anda menahan buang gas atau kentut.

Sebuah studi kecil yang dipublikasikan secara online di Journal of Neurogastroenterology and Motility menemukan bahwa sendawa berulang juga merupakan gejala yang sering terjadi. Bicaralah dengan dokter Anda jika Anda memiliki gejala yang sedang berlangsung.

7. Gangguan refluks asam lambung
Saat bersendawa dibarengi dengan mual, refluks asam lambung mungkin bisa disalahkan. Refluks terjadi saat isi perut kembali masuk ke kerongkongan. (refluks asam lambung dikenal sebagai GERD.) Gejala umum lainnya termasuk nyeri menelan, nyeri di bagian atas perut atau dada, suara serak, dan merasa seperti ada sumbatan di tenggorokan.

Honda mengatakan bahwa dia melihat pasien dengan rasa panas dalam perut yang menelan kopi dalam jumlah berlebihan, kadang-kadang 10 atau 12 cangkir sehari. Kebiasaan seperti itu bisa memperburuk refluks dan bersendawa, dia menjelaskan, karena keasaman pada kopi mengiritasi cincin otot yang seharusnya mengencangkan untuk mencegah cairan perut memasuki kerongkongan.

8. Gejala gastritis
Sendawa juga bisa menjadi gejala dari jenis masalah perut yang disebut gastritis, radang lapisan lambung, terutama jika Anda juga mengalami sakit perut bagian atas, mual atau muntah, gangguan pencernaan, atau kehilangan nafsu makan. ** Baca juga: Hal yang Terlihat Sepele Tapi Berdampak Buruk pada Kesehatan Bibir

Banyak hal yang bisa mengiritasi lapisan perut Anda, termasuk infeksi, terlalu banyak alkohol, makanan pedas, merokok, dan penggunaan obat penghilang rasa sakit antiinflamasi nonsteroid jangka panjang.(ilj/bbs)