oleh

Apa Penyebab Orang Berkeringat Lebih Banyak dari yang Lain?

Ilustrasi/bbs
Ilustrasi/bbs

Kabar6-Mungkin Anda termasuk orang yang memiliki keringat banyak, padahal tidak melakukan aktivitas yang berlebihan. Mengapa kondisi ini bisa terjadi?

Tubuh manusia, dikutip dari hellosehat.com, dilengkapi oleh sekira dua sampai lima juta kelenjar keringat yang tertanam dalam kulit dan menyebar di sekujur tubuh. Kelenjar keringat mengeluarkan jumlah keringat yang berbeda tergantung pada karakteristik fisiologis Anda.

Peningkatan suhu lingkungan dan gerakan fisik salah satunya dapat memicu kelenjar untuk memproduksi keringat. Selain itu, orang yang memiliki kelebihan berat badan akan memproduksi keringat berlebih dibanding individu dengan berat badan normal, karena lemak bertindak sebagai penghantar panas (insulator) yang menaikkan suhu inti tubuh.

Studi dari University of Sydney, dilansir dari Men’s Health, menemukan bahwa ukuran tubuhlah yang membuat perbedaan terhadap siapa yang cenderung memproduksi keringat berlebih, dan bukan kebugaran.

Tim peneliti mempelajari 28 relawan dengan rentang variasi kebugaran dan ukuran tubuh beragam. Mereka ditempatkan melalui serangkaian tes bersepeda selama 60 menit pada intensitas yang berbeda, guna mengukur tingkat produksi keringat dan perubahan suhu tubuh.

Hasilnya, dua orang yang memiliki berat badan sama dan mengayuh pada kecepatan yang sama, tubuhnya dapat memanas pada tingkat yang sama, bahkan jika salah satu dari mereka memiliki postur pendek dan gemuk, sementara yang lainnya termasuk tinggi dan ramping.

Ada dua kondisi keringat berlebih. Pertama dialami akibat variasi dalam fisiologis manusia dan lingkungan. Kondisi kedua merupakan kondisi medis, dikenal sebagai hiperhidrosis, yaitu kondisi ketika seseorang mulai berkeringat deras dalam situasi dan lingkungan normal, non-stres, serta tidak berhubungan dengan perubahan suhu atau gerakan.

Diketahui, sebanyak tiga persen dari populasi manusia di seluruh dunia memiliki hiperhidrosis, yang mempengaruhi tiga bagian utama yaitu tangan, kaki, dan ketiak, yang kadang juga melibatkan area tubuh lain. ** Baca juga: Kurangi Gunakan Sedotan Saat Minum

Banyak pakar menduga, stimulasi keringat berlebih berasal dari aktivitas sistem respon fight of flight dalam otak yang hiperaktif, mengirimkan sinyal menyimpang kepada kelenjar keringat utama tubuh, menjadi penyebab hiperhidrosis. Artinya, bagian tubuh yang mencoba untuk mendinginkan diri terus bekerja tanpa henti, seperti keran bocor.

Untuk mengatasinya, ada beberapa perawatan non-bedah untuk hiperhidrosis, termasuk obat-obatan oral seperti pil, krim topikal, botox (disuntikkan ke tangan, wajah atau ketiak beberapa kali), dan terapi listrik.(ilj/bbs)

Berita Terbaru