oleh

Apa Dampak yang Terjadi Apabila Tubuh Kurang Lemak?

Kabar6-Lemak identik dengan penyakit jantung dan stroke. Hal ini karena lemak yang dikonsumsi berlebihan dapat meningkatkan risiko penyumbatan pembuluh darah yang berakibat pada dua penyakit mematikan tersebut.

Berangkat dari anggapan bahwa lemak berhubungan erat dengan penyakit mematikan, sebagian orang memilih untuk tidak mengonsumsi lemak sama sekali. Benarkah pilihan tersebut?

Diketahui, tubuh manusia tetap membutuhkan lemak, khususnya jenis lemak yang sehat dan dalam jumlah seimbang. Kekurangan lemak dapat menyebabkan gangguan fungsi tubuh. Sebagai akibatnya, melansir Klikdokter, Anda akan mengalami dampak buruk antara lain seperti:

1. Depresi
Lemak diperlukan dalam proses pembentukkan hormon serotonin. Hormon ini berperan dalam mempengaruhi sistem saraf yang memicu munculnya rasa tenang dan damai.

Apabila tubuh kekurangan lemak, kadar hormon serotonin akan berkurang. Ini membuat Anda akan lebih mudah depresi dan mengalami gangguan kesehatan mental lainnya.

2. Berisiko kekurangan vitamin
Vitamin A, D, E, dan K memerlukan lemak agar dapat diserap sempurna oleh tubuh. Ini berarti bahwa kekurangan lemak membuat tubuh berisiko kekurangan pasokan vitamin tersebut. Berbagai masalah yang bisa muncul seiring dengan kondisi kekurangan vitamin, misalnya kulit kering, pucat dan kusam karena kekurangan vitamin E.

Selain itu, gangguan pada kepadatan tulang pun juga bisa terjadi akibat kekurangan vitamin D dan K. Masalah pada penglihatan, seperti rabun senja dapat pula terjadi sebagai akibat dari kekurangan vitamin A.

3. Sering merasa kedinginan
Salah satu fungsi lemak adalah untuk mempertahankan suhu tubuh agar selalu normal. Setiap orang memiliki lemak bawah kulit yang berfungsi menjaga tubuh dari dinginnya udara luar.

Lapisan lemak bawah kulit tersebut juga akan dibakar untuk menghasilkan suhu panas apabila tubuh mengalami kedinginan. Bila tubuh kekurangan lemak, tentu saja Anda akan lebih mudah merasa kedinginan.

4. Mengganggu kesehatan jantung dan pembuluh darah
Kolesterol baik (HDL) berfungsi mengangkut sisa lemak di pembuluh darah untuk dibawa ke hati guna proses metabolisme lebih lanjut. Bila Anda tidak mengonsumsi lemak sama sekali, kadar HDL tentu akan menurun drastis. Ini dapat membuat sisa-sisa lemak dalam pembuluh darah mungkin akan menumpuk.

Bila penumpukan tersebut terjadi di pembuluh darah jantung, risiko penyakit jantung koroner dan serangan jantung akan meningkat berkali-kali lipat.

5. Potensi cedera lebih tinggi
Lemak dapat berfungsi sebagai bantalan alami tubuh. Lemak akan mengelilingi dan melindungi organ vital, serta menjaga sendi saat terjadi benturan. Pada orang yang kekurangan lemak, fungsi ini tidak akan dimiliki sehingga bila terjadi benturan akan lebih mungkin terjadi cedera.

6. Kesuburan terganggu
Siklus haid wanita dipengaruhi oleh kadar hormon seks, salah satunya adalah estrogen. Lemak, terutama lemak bawah kulit, membantu memastikan kecukupan produksi hormon estrogen.

Itu sebabnya, orang dengan kadar lemak yang sangat rendah cenderung jarang atau tidak menstruasi sama sekali akibat mengalami hormon yang tidak seimbang. Selain itu, kekurangan lemak juga bisa membuat anak perempuan mengalami keterlambatan pertumbuhan payudara dan menstruasi pertama.

7. Cepat lelah
Lemak merupakan salah satu sumber cadangan energi tubuh. Apabila kadarnya begitu rendah, Anda akan dengan mudahnya mengalami kelelahan kronik.

8. Cepat lapar
Lemak tidak jenuh ganda dan tunggal merupakan sumber lemak yang efektif menahan rasa lapar. Jika Anda kurang atau tidak mengonsumsi jenis lemak tersebut sama sekali, Anda mungkin akan cepat merasa kelaparan meski baru saja makan besar.

9. Bentuk tubuh lebih maskulin
Pada wanita, kekurangan lemak dapat mengakibatkan bentuk tubuh lebih maskulin. Ini terjadi akibat persebaran lemak yang seharusnya berkumpul pada daerah dada, bokong, dan pinggul semakin sedikit.

Jadi, perhatikan kecukupan lemak harian mulai sekarang. Sebanyak apa lemak yang harus dikonsumsi setiap hari agar terhindar dari bahaya kekurangan lemak? Pada orang dengan berat badan ideal dan kondisi tubuh sehat, proporsi lemak yang disarankan dalam satu hari adalah antara 20-25 persen dari total kalori harian.

Jumlah ini bisa berubah, karena dipengaruhi oleh usia, kondisi kesehatan, serta jumlah lemak total dalam tubuh. Selain hal tersebut, komposisi dan jenis lemak yang dikonsumsi juga wajib diperhatikan. Lemak tidak jenuh ganda maupun tunggal, lebih baik ditingkatkan konsumsinya.

Bagaimana dengan lemak jenuh dan trans? Jenis lemak tersebut harus benar-benar dibatasi. Anda disarankan untuk tidak mengonsumsi sumber lemak jenuh dan trans lebih dari 10 persen dari total asupan lemak harian. ** Baca juga: Selain Segar, Ini 5 Manfaat Mandi Pagi

Yuk, konsumsi lemak dalam jumlah seimbang setiap hari. Fokuskan untuk mengonsumsi jenis lemak sehat yang memang bermanfaat bagi tubuh.(ilj/bbs)

Berita Terbaru