oleh

Anak-anak Baduy Diharap Dapat Pendidikan Layak

Kabar6-Meski tak mengenyam pendidikan formal karena aturan adat, anak-anak suku Baduy diharapkan tetap mendapat pembelajaran ilmu pengetahuan di luar sekolah formal pada umumnya.

“Setiap warga negara berhak mendapat pendidikan, tetapi anak-anak Baduy dengan kekhasanan adatnya, elit adat bersikap defense. Kalau mereka bilang tidak boleh ya tidak boleh, tetapi sebenarnya ada hak yang diabaikan, ada hak anak-anak berhak mendapat pendidikan,” kata pegiat pendampingan anak kelompok minoritas, Kharis Hadafi, di sela advokasi dan sosialisasi bagi pendamping anak kelompok minoritas Suku Baduy, di Hotel Bumi Katineung, Rangkasbitung, Rabu (12/12/2018).

Pendekatan-pendekatan yang lebih soft semestinya bisa dilakukan agar anak-anak tak kehilangan haknya mendapat pendidikan.

“Butuh kreativitas. Karena setahu saya, belajarnya tidak dilarang. Learningnya oke, tetapi mungkin schoolingnya yang mereka keberatan. Harus ada bentuk pembelajaran yang tidak melanggar adat agar hak anak juga tidak terabaikan,” terang Kharis yang menjadi narasumber dalam sosialisasi tersebut.

Langkah itu lanjut Kharis perlu disikapi dengan bijak dan menjadi pembahasan para pemangku kepentingan; mengadvokasi anak-anak bangsa yang punya hak dan kewajiban. Namun terikat dengan pola kehidupan dan perilaku serta tata nilai yang berlaku di wilayah adat.**Baca Juga: Kepergok, Maling Toko Kelontong di Ciledug Ditangkap Polisi.

“Saya kira untuk relawan secara partikelir sudah berjalan. Kegiatan ini harus jadi momentum yang tepat memadukan kekuatan yang ada untuk membuat perubahan yang lebih baik untuk kemajuan anak-anak di Lebak. Kita punya orang yang memiliki dedikasi tinggi untuk memajukan daerah terutama dari segi perlindungan anak,” paparnya.(Nda)

Berita Terbaru