AMPI: Politisi Pindah Parpol Marak di Tangsel

kabar6.com
Ilustrasi.(bbs)

Kabar6-Praktek tarik ulur dalam proses mendapatkan kursi bakal calon legislatif (bacaleg) di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) tensinya dianggap tinggi. Pandangan tersebut terlihat dari banyaknya sosok kandidat calon yang terpaksa memilih pindah Partai Politik (Parpol) peserta Pemilu 2019 mendatang.

Ketua Aliansi Masyarakat Pemerhati Politik Tangsel (AMPI POLTANGSEL), Haris mengungkapkan, proses rekruitmen yang tidak fair menjadi alasan utama banyak bacaleg pindah Parpol. Sikap politik tersebut ditenggarai akibat mayoritas elite Parpol tidak memberikan kesempatan bagi para tokoh serta putra-putri lokal bisa nyalon dari Daerah Pemilihan (Dapil) asal tanah kelahirannya.

“Contohnya kursi DPR-RI. Kita mengamati dan terima bejibun (banyak-red) aduan soal sulit mendapatkan slot dan nomor pencalegan. Bacaleg merasa dipersulit untuk komunikasi ke elit-elit parpol yang terkesan tertutup,” ungkapnya lewat siaran pers yang diterima kabar6.com, Senin (16/7/2018).

Haris mengaku, pihaknya berencana akan menggalang masyarakat sekitar menandatangani petisi bersama. Tujuannya untuk mendorong kepada warga di Kota Tangsel yang punya hak pilih secara sadar mau melakukan boikot lewat petisi.

Aksi boikot tentunya khusus hanya ditujukan bagi parpol yang tidak memberi ruang kesempatan bagi para tokoh serta putera-puteri daerah lokal menjadi Wakil Rakyat. Oleh karenanya Parpol mesti memuluskan langkah para bacaleg lokal yang punya potensial bisa menuju ke Gedung Senayan.

Haris memaparkan poin-poin petisi yang disepakati yakni, meminta kepada seluruh elite partai politik di Kota Tangsel agar mau memberikan rekomendasi tokoh dan putra-putri lokal. Sosok kandidat yang potensial dipermudah terdaftar sebagai bacaleg sesuai dengan Dapil Tangerang Raya.

Kedua, jika masih ada Parpol yang mengabaikan petisi di atas hendaknya jangan didukung dalam bursa pemilihan legislatif 2019 besok.**Baca Juga: Didemo Warga, Kuota di SMK Negeri 2 Sepatan Sudah Penuh.

“Saatnya warga Tangsel diberi kesempatan membangun daerahnya sendiri,” tegas Haris.(yud)