oleh

Ajaib, Setelah Puluhan Tahun Korban Pembunuhan Ini Hidup Lagi

Petra Pazsitka.(bbs)
Petra Pazsitka.(bbs)

Kabar6-Mungkin Anda pernah menyaksikan atau bahkan mengalami kejadian atau hal-hal yang tidak dapat dinalar oleh akal sehat, namun benar-benar terjadi. Nah, kisah Petra Pazsitka ini sepertinya bisa mewakili hal tersebut.

Ya, wanita yang disangka telah tewas dibunuh, ternyata ditemukan masih hidup dengan menggunakan nama palsu, dan tinggal di kota Dusseldorf, Jerman.

Petra adalah korban perkosaan yang kemudian dibunuh oleh si pelaku. Namun keberadaan jasadnya tidak diketahui.

Pada 1984, wanita yang pernah menjadi mahasiswi ilmu komputer itu, dikutip dari dream.co.id, menghilang dari rumahnya di Braunschweig tanpa jejak.

Secara resmi, Petra pun dinyatakan meninggal lima tahun kemudian, saat usianya 24 tahun.

Meskipun tubuhnya tidak pernah ditemukan, kecurigaan diarahkan pada seorang pria yang sebelumnya mengaku memperkosa dan membunuh seorang gadis 14 tahun di Braunschweig. Namun pria itu kemudian mencabut pernyataannya.

Sejak dinyatakan hilang, dilansir dari Independent.co.uk, telah dilakukan pencarian secara terus-menerus selama 31 tahun. Sayang hal itu tidak membuahkan hasil. Hingga akhirnya polisi menerima laporan perampokan di Dusseldorf pada 11 September tahun lalu.

Tiba di rumah korban perampokan, polisi malah menemukan Petra yang memakai nama samaran Nyonya Schneider. Saat itu Petra yang sudah berusia 55 tahun memberitahu nama aslinya setelah diminta untuk identifikasi. Polisi yang memeriksanya sangat yakin dengan kisah luar biasa yang diceritakan Petra.

Joachim Grande, juru bicara Kepolisian Braunschweig, mengatakan wanita yang mengaku Petra ini hidup berpindah-pindah di beberapa kota di Jerman Barat selama tiga dekade terakhir, dengan menggunakan nama palsu dan tanpa dokumen resmi.

“Untuk motif kepergiannya, dia tidak memberikan penjelasan, dan secara tegas mengatakan bahwa dia tidak ingin berhubungan dengan masyarakat atau keluarganya,” kata Grande.

Petra Pazsitka.(bbs)
Petra Pazsitka.(bbs)

Pada 26 Juli 1984, Petra meninggalkan flatnya di Braunschweig untuk ke toko, lalu ke dokter gigi, sebelum naik bus yang seharusnya dalam perjalanan ke rumah orangtuanya. Tapi dia tidak pernah tiba di rumah orangtuanya.

Kepada NBC News Grande mengatakan Petra sepertinya sangat hati-hati menyembunyikan identitas aslinya.

“Dia bahkan tidak memiliki rekening bank dan membayar semua tagihannya,” katanya. “Ayahnya meninggal beberapa tahun yang lalu. Saudara dan ibu Petra syok dan menangis ketika mereka mendengar berita tentang dia.” ** Baca juga: Wow, Harta Karun Satu Ton Ditemukan Pekerja Bangunan Spanyol

Jaksa yakin Petra tidak bermaksud melakukan tindak pidana tapi dia sekarang secara resmi dinyatakan masih hidup dan masih terdaftar sebagai warga Jerman.(ilj/bbs)

Berita Terbaru