Airin Apresiasi Pembangunan Iradiator Gamma di Puspiptek Serpong

Walikota Tangsel, Airin Rachmi, saat peletakan batu pertama.(asri)
Walikota Tangsel, Airin Rachmi, saat peletakan batu pertama.(asri)
 Walikota Tangsel, Airin Rachmi, saat peletakan batu pertama.(asri)
Walikota Tangsel, Airin, saat peletakan batu pertama.(asri)

Kabar6-Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) telah merealisasikan pembangunan fasilitas Iradiator Gamma yang berlokasi di Kawasan Puspiptek, Serpong, Tangerang Selatan. Peletakan batu pertama oleh Menristek Dikti, M. Nasir, Kepala BATAN, Djarot S. Wisnubroto, dan Walikota Tangerang Selatan, Airin Rachmi Diani, menandai pembangunan Iradiator Gamma tersebut.

Pembangunan fasilitas ini didasarkan pada kenyataan bahwa hasil produk pertanian, perkebunan, peternakan dan perikanan di negeri ini sangat melimpah, namun sebagian besar produk tersebut mempunyai sifat yang mudah busuk atau rusak.

Untuk mengatasi masalah ini, BATAN menawarkan solusi strerilisasi dan pengawetan dengan membangun Iradiator, yaitu salah satu fasilitas nuklir yang memanfaatkan radiasi sinar gamma untuk berbagai keperluan, di antaranya sterilisasi dan pengawetan bahan pangan, obat, dan alat kesehatan.

Pembangunan Iradiator dengan kapasitas maksimum 2 mega curie (Mci) ini menelan dana sebesari R 96 miliar, dan diharapkan rampung pada 2017 mendatang, dengan kandungan komponen lokal sebesar 85 persen.

Walikota Tangsel, Airi, memberikan apresiasi kepada BATAN dan Menristek Dikti, yang saat ini gencar melakukan pembangunan fasilitas riset dan penelitian di Puspiptek Tangsel.

“Tentunya kami, Pemkot Tangsel akan mensosialisasikan hal ini kepada masyarakat bahwa pembangunan fasilitas ini tentunya dapat dimanfaatkan oleh masyarakat Tangsel dan sekitarnya, khususnya para pelaku industri,” ujar Walikota Tangsel, Airin Rachmi Diani. ** Baca juga: Living World Telkomsel Luncurkan TCashPerience

Teknologi pengawetan dan sterilisasi radiasi Gamma memiliki beberapa keunggulan, yaitu dapat membunuh bakteri, kuman, telur, larva serta serangga hingga lapisan dalam dari produk yang diiridiasi.

Selain itu juga tidak memerlukan bahan pengawet, sehingga tidak menimbulkan residu bahan kimia beracun, produk yang diiridiasi aman untuk dikonsumsi, dilakukan pada proses dingin sehingga tidak merusak atau mengubah nutrisi pada makanan yang diiridiasi dan kemasannya.

Proses iradiasi dilakukan pada produk yang sudah dikemas siap kirim sehingga akan terhindarkan dari terjadinya proses rekontaminasi.(asri)