oleh

Ahli Diet Ungkap Tren Makan Sehat di 2021

Kabar6-Harus diakui, pandemi yang terjadi secara tidak langsung telah mengubah gaya hidup sebagian orang, hingga otomatis berpengaruh pula terhadap perubahan pola makan.

Menurut laporan Survei Makanan & Kesehatan 2020 dari Dewan Informasi Makanan Internasional (IFIC), pada 2020 lalu sebanyak 85 persen orang Amerika melaporkan mengubah kebiasaan makan dan belanja makanan.

Nah, tren makanan pada 2021 pun diprediksi tak akan berubah secara signifikan, mengingat pandemi pun belum berakhir lebih dekat. Melansir Republika, berikut tren makanan sehat teratas yang diharapakan ahli akan berlanjut hingga 2021 ini:

1. Lebih sering memasak di rumah
Makan di restoran masih disarankan untuk dihindari demi menekan penyebaran virus Corona. Jadi, mengirim makanan dari resto dan memasak di rumah menjadi beberapa cara yang digemari masyarakat di era pandemi.

Pendiri Nutrition Starring YOU dan penulis The Protein-Packed Breakfast Club bernama Lauren Harris-Pincus, RDN, mengatakan bahwa dari sudut pandang nutrisi, memasak di rumah memungkinkan orang untuk mengonsumsi lebih sedikit lemak, natrium, dan gula tambahan.

“Mudah-mudahan, orang-orang akan memperoleh keterampilan memasak dan mencoba makanan baru yang akan terus mereka konsumsi setelah kehidupan di Amerika kembali ke keadaan normal,” katanya.

2. Belanja bahan makanan secara daring
Berbelanja di supermarket dan pasar tradisional saat ini menjadi pilihan terakhir banyak orang, untuk menghindari kerumunan. Tentu, berbelanja secara daring (online) menjadi pilihan pertama yang sangat praktis dilakukan saat ini.

Menurut Coresight Research US Online Grocery Survey 2020, lebih dari separuh masyarakat Amerika telah membeli bahan makanan secara daring. Bahkan, angkanya mencapai dua kali lipat dari mereka yang melakukannya dua tahun lalu.

Hal itu merupakan cara yang baik untuk menghindari virus,kuman, dan bakteri yang ada di pasar. Namun, mungkin tidak terlalu bagus tentang kemudahan info nutrisi.

Menurut sebuah penelitian yang diterbitkan pada Oktober 2020 dalam Journal of Nutrition Education and Behavior, sekira 15 persen makanan yang dijual secara daring, tidak mencantumkan informasi nutrisi atau bahan lengkap. Akibatnya, dibutuhkan lebih banyak kerja keras untuk membuat pilihan yang tepat dan sehat.

3. Memprioritaskan protein nabati
“Selama pandemi ada kekhawatiran tentang ketersediaan daging mendorong orang untuk mencoba alternatif,” terang Gabby Geerts, RD, ahli diet terdaftar di Green Chef di Boulder, Colorado.

Ada juga masalah keselamatan kerja bagi mereka yang bekerja di pabrik pengepakan daging yang dipaksa untuk tetap buka. Selain itu, semakin banyaknya bukti ilmiah bahwa mengganti daging merah dengan protein nabati dapat menurunkan risiko penyakit jantung.

Dikatakan Geerts, ada peningkatan kesadaran dan pendidikan seputar protein nabati, yang hanya bermanfaat bagi kesehatan yaitu penurunan risiko penyakit kardiovaskular, diabetes, stroke, peningkatan umur, dan kualitas hidup.

4. Makanan fermentasi
“Semakin banyak kita belajar tentang makanan fermentasi, semakin kita mendorong konsumsi,” ujar Geerts. ** Baca juga: 5 Jenis Ikan yang Disarankan untuk Diet

Makanan fermentasi memiliki efek positif pada saluran pencernaan dan sistem kekebalan. Geerts mengatakan, makanan fermentasi menyediakan bakteri probiotik yang bermanfaat yang dapat membantu meningkatkan tingkat sel kekebalan pelindung alami yang disebut neutrofil yang beredar di dalam darah.

Apakah Anda pun telah mengubah pola makan menjadi lebih sehat?(ilj/bbs)

Berita Terbaru