Ada 2 Jenis Mimisan yang Sering Terjadi

Ilustrasi/bbs

Kabar6-Mimisan adalah keluarnya darah melalui hidung yang tidak dapat dirasakan. Para medis menyebut mimisan dengan istilah epistaksin, yang merupakan gejala keluarnya darah melalui hidung bagian bawah. Umumnya Mimisan akan terjadi selama beberapa menit saja, atau bahkan hitungan detik. Kondisi ini umumnya biasa saja dan dirasakan oleh siapa saja orang tua, remaja, dewasa bahkan lansia.

Ada beberapa kelompok orang yang berisiko mengalami mimisan yaitu anak-anak usia 2-10 tahun, ibu hamil dan bagi seseorang yang mengonsumsi obat pengencer darah seperti (aspirin) dan obat antikoagulan, serta mengidap kelainan darah seperti Hemofillia.

Pada umumnya mimisan bukanlah merupakan suatu gejala penyakit kronis ataupun gejala penyakit yang serius, akan tetapi kondisi ini terjadi dalam jangka waktu yang normal.

Penyebab mimisan adalah karena dinding dalam hidung kita penuh, sehingga pembuluh darah halus yang terletak mendekati lapisan kulit mudah rusak dan terjadilah pecah pembuluh darah pada bagian dalam hidung tersebut secara otomatis darah akan keluar merembes keluar. Dikutip dari Sehatfresh, berikut adalah beberapa jenis mimisan yang biasa terjadi:

1. Mimisan anterior
Mimisan yang paling sering terjadi pada tubuh, secara tiba-tiba sekira 90 persen kasus mimisan yang terjadi berjenis anterior. Merupakan mimisan yang terjadi karena pendarahan pada bagian depan hidung.

2. Mimisan posterior
Mimisan ini jarang dialami oleh sebagian orang, merupakan mimisan yang serius dibanding mimisan posterior. Biasanya pendarahan yang muncul lebih banyak dari pada pendarahan mimisan anterior. Mimisan ini terjadi karena pendarahan pembuluh darah yang berasal dari pembuluh darah bagian belakang antara langit-langit mulut dan rongga hidung. ** Baca juga: Mengapa Bisa Alergi Terhadap Suhu Dingin?

Pernahkah Anda mengalami salah satu dari kedua mimisan tadi? (ilj/bbs)