Achmad Suwandi, Birokrat Sarat Pengalaman dan Peduli Pendidikan

Achmad Suwandi, Calon Bupati Tangerang periode 2013-2018.(andre)

Kabar6-Calon Bupati Tangerang Achmad Suwandhi, kiranya bukanlah birokrat karbitan. Segudang pengalaman yang dimiliki, justru menjadikannya sebagai birokrat sejati di Kabupaten Tangerang.

Ya, Achmad SUwandi memulai karirnya dari bawah sebagai staf Direktorat Jenderal Imigrasi Jakarta, melanjutkan karirnya di Dinas Pendidikan Kabupaten Tangerang menempati posisi Kepala Bidang Tenaga Kependidikan atau Pengembangan Karir pada tahun 2001-2004.

Kemudian, dipercaya Bupati Tangerang untuk menata kepegawain di lingkup yang lebih luas hingga dimutasi menjadi Kepala Bidang Pengembangan Pegawai pada Badan Kepegawaian Daerah (BKD) selama 3 tahun.

Berkat prestasi Bang Wandi kembali diberikan kepercayaan dan dipromosikan ke esolon II dengan jabatan Kepala BKD Kabupaten Tangerang (2004-2005).

Kemudian dimutasi menjadi Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Tangerang, Asisten Daerah (Asda) II Pemkab Tangerang hingga menjadi staf ahli bupati, lantaran pencalonannya sebagai Bupati Tangerang dalam Pemilukada Kabupaten Tangerang 2013-2018.

Suami dari Hj. Lestarini dan ayah dari 3 anak ini mempunyai obsesi besar untuk mengabdikan diri kepada masyarakat terutama dalam sektor pendidikan. Beliau sangat resfek terhadap permasalahan kemiskinan, kebodohan dan keterbelakangan yang masih dialami masyarakat Kabupaten Tangerang sampai saat ini.

Ini semua tak lepas dari peranan sang ayah yang seorang guru agama telah mengabdikan hidupnya di dunia pendidikan.

Apalagi beliau juga terinspirasi oleh keteladanan kakaknya Wahidin Halim yang sudah dua periode menjadi Walikota Tangerang dan Nur Hasan Wirajuda yang juga periode menjabat sebagai Menteri Luar Negeri dan sekarang dipercaya sebagai Dewan Pertimbangan Presiden (Watimpres).

Dan, adiknya Abdul Syukur yang dua periode sebagai anggota DPRD Kota Tangerang, saat ini sebagai anggota DPRD Banten.

Kiprahnya didunia pendidikan sudah tidak diragukan lagi, beliau mempunyai kedekatannya dengan kalangan pendidik, terutama guru, bukan saja saat menjadi Kepala Dinas Pendidikan, tapi jauh sebelum itu ia memang dikenal sebagai orang yang gigih dalam memperjuangkan nasib dan kesejahteraan pendidik.

Bahkan, saat menjabat sebagai Kepala BKD, beliau tidak segan-segan memperjuangkan status dan jumlah formasi guru walau harus bermalam di kantor Badan Kepegawaian Nasional (BKN) maupun di Kantor Kementrian Pendayagunaan Aparatur Negara (PAN) di Jakarta, sebagai institusi yang berwenang mengambil kebijakan tersebut.

Malang melintang di jajaran birokrasi telah memperkaya pengalamannya dalam memimpin, dikenal piawai dalam membangun Sumber Daya Manusia (SDM) di lingkungan kepegawaian Kabupaten Tangerang.

Motto kerjanya adalah kompeten, jujur, bersih dan transparan. Bang Wandi tidak segan-segan menindak aparatur yang “Ngga Bener”, juga tidak segan mengapresiasikan aparatur yang berprestasi.

Kemampuan intelektual, integritas moral, serta kesantunannya berkomunikasi dengan berbagai kalangan telah menjadikannya sebagai seorang birokrat yang sangat diperhitungkan oleh berbagai elemen masyarakat.

Terutama di Kabupaten Tangerang, bahkan ormas-ormas besar banyak yang memintannya menjadi pembina dan penasehat.

Sehingga pada akhirnya mengkristal menjadi sebuah aspirasi masyarakat yang mendorong agar ia bersedia maju sebagai Calon Bupati Tangerang pada Pemilukada Kabupaten Tangerang 2012.(andre)