oleh

89,7 Juta Warga NU Dikerahkan Tangkal Narkoba

Ilustrasi (bbs)

Kabar6-Peredaran narkoba di tanah air kini sudah pada tahap darurat, tak urung membuat Ormas Islam terbesar di Indonesia, Nadlatul Ulama (NU), gerah.

Bahkan, untuk menangkal terus merebaknya peredaran narkoba, sebanyak 89,7 juta warga NU akan dikerahkan untuk membantu.

“Masyarakat harus siaga dan bersama-sama melawan narkoba. Karena peredarannya kini sudah meluas,” ujar Wakil Sekjen Pengurus Besar (PB) NU, Imam Pituduh saat acara Deradikalisasi Agama dan Anti Narkoba Sampai Kiamat di Ponpes Al-Fathaniyah, Kota Serang, Kamis (28/4/2016) kemarin.

Imam menyebut, bahkan kini ada jenis narkoba berbentuk permen yang sengaja diedarkan untuk menyasar kalangan anak balita.

“Pesantren ini benteng terakhir pertahanan bangsa dari semua jenis persoalan yang sedang dihadapi negeri ini. Harapannya, pesantren tidak menjadi pemadam kebakaran. Jika api padam, maka kegiatan terhenti. Pesantren harus selalu bersinergi dengan semua elemen untuk membangun negeri ini,” jelasnya. **Baca juga: Beredar di Banten, Narkoba “Blue safir” Bisa Menewaskan.

Saat ini, kata Imam, salah satu upaya yang dilakukan untuk menangkal peredaran narkoba dilingkungannya, dengan dibentuk Laskar Santri Anti Narkoba. Hal itu untuk menyebarkan konten positif sehingga hasilkan kegiatan yang baik. **Baca juga: Kyai dan Santri di Kota Serang Perangi Narkoba Sampai Kiamat.

“Narkoba ini muncul dari kebutuhan manusia akan gaya hidup yang bebas, bahasanya terlalu liberal. Radikalisme muncul akibat pemahaman orang yang terlalu fundamental. NU tidak condong pada keduanya. Kami berdiri ditengah sebagai bangsa yang menganut paham moderat. Ekpedisi Islam Nusantara ingin mengajak pada masyarakat untuk mencegah dan menetralisir radikalisme dengan memahami sejarah bangsa,” tuturnya.(zis)

Berita Terbaru