oleh

8 Ribu Warga Lebak Jalani Rapid Test Covid-19

Kabar6-Sebanyak 20 orang warga di Kabupaten Lebak sudah terkonfirmasi positif, satu di antaranya meninggal dunia. Kasus penyebaran Covid-19 meningkat pasca hari raya Idul Fitri 1441 Hijriah kemarin.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Lebak, Triyatno Supiono menuturkan, sudah sekitar 8 ribu orang mengikuti tes dengan metode mengambil sampel darah.

“Tanggal 16 Juni sudah 5.334 orang, nah sekarang dengan beberapa kali rapid yang kami lakukan jumlahnya sudah sekitar 8 ribuan orang,” kata Triyatno, Rabu (1/7/2020).

Jumlah tersebut belum termasuk dengan warga yang mengikuti rapid test Lewat mobil atau drive thru yang hari ini mulai dilaksanakan Dinkes Provinsi Banten di Rangkasbitung.

Triyatno mengatakan, rapid test yang dilakukan kepada 8 ribuan orang terdiri dari rapid test antigen dan antibodi.

“Sekitar 6 ribu orang itu rapid test antibodi, ini yang bantuan dari provinsi. Sisanya rapid test antigen yang penggunaannya lebih kepada orang-orang kontak erat dan lingkungan di tempat pasien positif,” terang dia.

Sejauh ini, pengadaan alat rapid test antibodi di Lebak memang masih mengandalkan dari Pemprov Banten. Sementara, agar tingkat akurasi hasilnya lebih tinggi, Dinkes Lebak memilih untuk mengadakan rapid test antigen.

**Baca juga: Realisasi Penyerapan Anggaran Covid-19 di Lebak Baru 18 Persen.

“Karena melihat (rapid antibodi) di beberapa daerah, ada yang reaktif tapi setelah swab hasilnya negatif dan sebaliknya. Nah dengan beberapa pertimbangan itu, kami mengadakan rapid swab yang mudah-mudahan akurasinya bisa dipertanggungjawabkan,” papar Triyatno.

“Dan kami beli juga masih baru dikisaran 4 ribuan rapid,” imbuhnya.(Nda)

Berita Terbaru