oleh

3 Bulan Buslane Masih Sepi Peminat, PPD Merugi

Kabar6-Transportasi massal buslane sepi peminat. Bahklan, sejak diresmikan Gubernur DKI Jakarta, Fauzi Bowo dan Wali Kota Tangerang, Wahidin Halim pada 20 Juni 20012 lalu, hingga kini buslane masih belum mampu menarik minat masyarakat.

Kondisi itu tak urung mengakibatkan Perusahaan Umum (Perum) Pengangkutan Djakarta (PPD) yang mengoperasikan buslane mengaku rugi besar.

Demikian diungkapkan Kepala Humas Perum PPD Joko Sawarno, Rabu (29/8/2012).  Menurutnya, sejak buslane di operasikan tiga bulan lalu, hingga kini masih belum ada peningkatan jumlah penumpang. Sebagai operator buslane, PPD mengalami kerugian cukup tinggi.

Pasalnya, dalam pengoperasian buslane, PPD tidak hanya sekedar membiayai ongkos isi bensin buslane, tetapi juga membayar gaji sopir, teknisi, cleaning servis, dan operator pendukung buslane.

“Kalau dihitung untung rugi, PPD memang mengalami kerugian besar karena pemasukan dari pengoperasian buslane sangat kecil. Tetapi demi pelayanan bagi masyarakat, kami harus melanjutkan transportasi itu,” kata Joko.

Menurut Joko, minimnya penumpang buslane lebih dikarenakan kurangnya sosialisasi yang dilakukan Pemkot Tangerang, dalam hal ini Dinas Perhubungan, terkait keberadaan dan pengoperasian buslane.

Selain itu, sepinya buslane juga disebabkan tidak matangnya perencanaan pengoperasian buslane, khususnya soal minimnya peran pemerintah dalam upaya merebut hati masyarakat agar mau menggunakan buslane.

Persoalan lain dibalik kasus sepinya penumpang buslane, juga disebabkan Dishub Tangerang tidak menyediakan kantong halte baru bagi penumpang buslane yang akan naik di tengah jalan, sebab buslane hanya menaikan dan menurunkan penumpang pada setiap terminal, tidak mengangkut penumpang ditengah jalan.

“Meski belum bisa memutuskan apakah akan meneruskan atau tidak pengoperasian buslane ini kedepan, namun kami percaya buslane akan diminati masyarakat. Sementara ini, kami hanya mengoperasikan delapan dari sepuluh buslane yang ada,” ujar Joko.

Pengamatan kabar6.com, dalam beberapa hari terakhir ini, buslane yang dioperasikan terlihat sepi, cuma satu dua penumpang yang tampak duduk di dalam bus warna biru putih itu. Penumpang umumnya lebih banyak mengunakan angkutan mikrolet rute Kali Deres-Poris Plawad maupun sebaliknya.

Kepala UPT Angkutan Massal dan Buslane Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Tangerang Yunianto, menjelaskan, kendati penumpang buslane tidak banyak, pihaknya juga masih optimis dengan perkembangan Buslane.

Jika dibandingkan dengan bulan lalu, penumpang pada bulan Agustus mengalami sedikit peningkatan. “Sifatnya butuh kesabaran dalam mematau perkembangan buslane,” kata Yunianto.(rah)

Berita Terbaru