oleh

2015, Penilaian MDGs Penanganan Kemiskinan di Tangsel

Kabar6-Pencapaian target pembangunan milenium atau Millennium Development Goals (MDGs) soal penanggulangan masalah kemiskinan, tengah menjadi sorotan.

Begitupun di Kota Tangerang Selatan (Tangsel). Karena, problem kemiskinan dapat dijadikan tolak ukur bagi keberhasilan sebuah pemerintahan.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan (Bappeda) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) Teddy Meiyadi, mengaku tidak ingin angka kemiskinan diwilayahnya masih signifikan.

Menurutnya, upaya pengentasan kemiskinan terus dilakukan. “Tahun 2015 mendatang, setiap kabupaten/kota dan provinsi harus menyerahkan hasil MDGs penanganan kemiskinan,” kata Teddy di acara musyawarah rencana pembangunan (Musrenbang) di Kecamatan Pamulang, kemarin.

Teddy berharap, masyarakat Kota Tangsel harus merubah paradigma yang selama ini dipahami. Bahwa kegiatan Musrenbang tidak selalu soal mengusulkan perbaikan sarana dan prasarana infrastruktur.

Apalagi sesuai Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) bila perbaikan infrastruktur berupa jalan sudah sampai 75 persen.

Pemerintah daerah telah berencana menggeser fokus peningkatan layanan dari kegiatan fisik kepada program pemberdayaan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Bila tahun ini melalui APBD dialokasikan dana Rp 90 miliar, Teddy inginkan periode mendatang ditingkatkan menjadi Rp 150 milliar. “Harus ada solusi, salah satunya peningkatan sumber daya manusia,” terang Teddy.

Ditambahkannya, potensi untuk meningkatkan anggaran peningkatan kesejahteraan masyarakat telah ada. Diantaranya program pemberdayaan Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS), pelayanan balita dan anak terlantar serta pemberian bantuan usaha bagi masyarakat ekonomi lemah. **Baca juga: Penipu Warga BSD Tembak Anggota Polsek Genuk.

“Karena enggak mungkin pihak swasta ngurusin manusia,” tambahnya. Teddy bilang, dari total 5 persen, tahun ini yang pasti soal masyarakat sangat miskin dari 1,67 persen turun menjadi 1,33 persen.(yud)

Berita Terbaru