oleh

134 Penumpang Bodong Manifest Dilarang Terbang

Kabar6-Sebanyak 134 calon penumpang dari berbagai maskapai penerbangan dilarang terbang oleh pengelola Bandara Soekarno Hatta (Soetta), Tangerang.

Mereka ditolak naik ke pesawat, karena tidak terdaftar dalam manifest alias tiket yang dimiliki berbeda dengan identitas pemegangnya, seperti KTP, Kepala Keluarga, SIM atau Paspor.

General Affair Manager Bandara Soetta, Yudis Tiawan mengatakan, penolakan terhadap calon penumpang dilakukan demi keamanan penerbangan serta upaya memberantas praktek percaloan di Bandara Soetta.

“Setiap hari ada saja penumpang yang nama di boarding passnya berbeda dengan ID. Tentu saja ini akan merugikan penumpang itu sendiri,” katanya.

Menurutnya, 134 penumpang yang nama di boardingpassnya berbeda dengan ID, didapati saat pemeriksaan sejak 21 Februari 2014 hinggga saat ini.

“Kemungkinan terburuk adalah, penumpang yang tidak terdaftar dalam manifest bisa dicurigai sebagai teroris, apabila terjadi hilang atau jatuhnya pesawat,” jelasnya.

Sementara itu, Pandapotan Gultom, salah seorang pengguna jasa Bandara Soetta menganggap bahwa aksi penertiban penumpang yang dilakukan pengelola bandara masih setengah-setengah.

Karena, dia menduga bahwa beredarnya tiket dengan identitas berbeda itu, bukan semata akibat kesalahan penumpang. Melainkan juga akibat ulah calo yang memang bekerjasama dengan pihak maskapai.

“Saya sendiri sudah mengalaminya. Hanya gara-gara terlambat sepuluh menit dari jadwal check-in, saya tidak bisa terbang. Pihak maskapai meminta saya menjadwal ulang penerbangan, dengan biaya tambahan hampir 30 persen dari harga tiket. Padahal, saya juga terlambat karena jalan menuju kawasan bandara yang macet,” ujarnya.

Pandapotan Gultom menduga, tiketnya yang dibatalkan oleh maskapai kemudian dijual kembali kepada penumpang lain melalui calo. Itulah yang membuat banyak calon penumpang yang memiliki tiket berbeda dengan ID. **Baca juga: Room FM3 Transit Hotel Bakal di Police Line.

“Bila ini benar-benar demi keselamatan penerbangan, seharusnya pengelola bandara juga menindak pihak maskapainya. Karena calo tidak akan merebak bila tidak ada kerjasama dengan maskapai. Kalau perlu, usir maskapai nakal dari Bandara Soetta,” ujarnya.(ali/ges)

Berita Terbaru