oleh

100 Tahun Mathla’ul Anwar Mencerdaskan Bangsa

Kabar6-Peringatan 100 tahun dan Muktamar ke-19 Organisasi Masyarakat (Ormas) berbasis Islam, Mathla’ul Anwar (MA), meneguhkan dirinya untuk terus mencerdaskan pendidikan bangsa.

 

“Bagi MA, makna cerdas adalah berilmu dan bermoral. Artinya, keseimbangan antara sisi intelektual, emosional, dan spiritual,” kata Ketua Umum Pengurus Besar (PB) MA, KH Ahmad Sadeli Karim, Sabtu (08/08/2015).

 

Menurutnya, manusia yang cerdas adalah manusia yang mampu menyelesaikan segala persoalan yang dihadapi secara arif dan bijaksana.

 

“Hubungan MA dengan pemerintah akan berjalan baik. Bila pemerintah baik dan benar, maka MA akan berada di depan mendukung pemerintah dalam bingkai NKRI. Tetapi jika pemerintah menyimpang dari konstitusi, termasuk nilai-nilai agama, maka MA tak sungkan untuk mengkoreksi,” ujarnya.

 

Untuk itu, KH Ahmad Sadeli meminta agar peringatan 100 tahun MA dan Muktamar ke-19 bisa dijadikan sebagai ajang evaluasi secara besar-besaran, baik terhadap diri sendiri maupun terhadap pemerintah.

 

“100 tahun MA dijadikan sebagai ajang memperbaharui hidup. Bukan saja pribadi, melainkan secara kolektif bagi kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara,”ujarnya.

 

Diketahui, MA berdiri di Kecamatan Menes, Kabupaten Pandeglang pada 20 Syawal 1334 H atau 09 Agustus 1916 Masehi. ** Baca juga: Warga Keluhkan Perayaan HUT RI di Puspemkab Tangerang

 

Sejak berdirinya hingga berumur 100 tahun, MA telah memiliki 2.000 satuan pendidikan dan 72 perguruan tinggi se-Indonesia dengan jumlah alumnus sekitar 15 ribu orang, dan jumlah mahasiswa aktif mencapai 10 ribu orang.

 

Kini, MA bahkan telah memiliki pengurus perwakilan di 30 provinsi yang fokus melakukan khidmah di pendidikan, dakwa, dan sosial.(fir)

Berita Terbaru