oleh

Zinnia, Bunga yang Pertama Mekar di Luar Angkasa

 Bunga Zinnia.(bbs)
Bunga Zinnia.(bbs)

Kabar6-Meskipun awalnya terdapat sejumlah kendala, sepucuk bunga zinnia berwarna oranye dengan 13 kelopak, menjadi bunga pertama yang mekar dalam kondisi tanpa gravitasi di ruang angkasa.

Hal itu diketahui dari Astronot asal Amerika Serikat, Scott Kelly, yang membagikan foto bunga zinnia kepada publik, beberapa waktu silam. Dalam akun Twitter, Scott menuliskan: #SpaceFlower menyambut matahari untuk pertama kalinya! #YearInSpace. Ya, memang ada bentuk kehidupan lain di ruang angkasa.

Merekahnya bunga zinnia ini, dikutip dari liputan6.com, merupakan momen penting dalam ilmu pengetahuan, sekaligus pengakuan pada kerja kerasnya menyelamatkan tanaman yang hampir mati tersebut.

Sebelumnya, Scott mengirimkan gambar dedaunan bunga zinnia yang menggulung dan ditutupi lumut. “Tanaman kami sepertinya kurang baik. Bisa jadi masalah di Mars,” tulisnya.

Wadah bibit tanaman bocor dan akarnya sempat kebanjiran. Scott lantas mengganti cara pengairan tanaman itu dan tidak lagi mengikuti jadwal seperti sebelumnya. Ia hanya menyirami tanaman ketika dirasa perlu.

“Kalau kita mau ke Mars dan menanam di sana, kita harus bertanggung jawab untuk menentukan kapan tanamannya memerlukan air.”

Sebelumnya pada 1996, astronot Shannon Lucid dari NASA juga pernah melakukan aksi serupa mengembangbiakkan tanaman. Kala itu Lucid menumbuhkan serumpun gandum di stasiun Mir milik Rusia.

Sejumlah astronot lain juga dilaporkan berhasil menumbuhkan kubis pada Juni 2014. Tapi sekuntum bunga mekar di ruang angkasa baru pertama kali terjadi.

“Tanaman zinnia sangat berbeda dibanding kubis. Zinnia lebih peka terhadap cahaya dan memiliki masa tumbuh yang lebih panjang, antara 60 hingga 80 hari,” ujar Trent Smith, Manajer Proyek di fasilitas ISS Veggy.

Alexandra Whitmire dari NASA Human Research Program mengatakan bahwa menumbuhkan tanaman di ruang angkasa dapat meningkatkan semangat para awak.

“Tanaman dapat menghibur misi jangka panjang dalam lingkungan terpencil, sempit dan ekstrem, suatu lingkungan buatan dan kurang alami,” imbuh Whitmire. ** Baca juga: Byar…Ada Kobaran Api di Mulut Saat Nikmati Camilan Fire Paan

Langkah selanjutnya yang akan dilakukan adalah menghasilkan makanan organik di ruang angkasa, dengan mengirimkan benih-benih tomat ke ISS pada 2018.(ilj/bbs)

Berita Terbaru