Wow, Ini 3 Penelitian Tentang Seks yang Bikin Anda Melongo

Ilustrasi/bbs

Kabar6-Harus diakui, seks menjadi hal yang menarik perhatian sekaligus membuat penasaran banyak orang. Tidak heran apabila banyak artikel atau tulisan tentang seks di berbagai media.

Selain itu, tidak sedikit juga penelitian yang dilakukan berkaitan dengan seks. Nah, tahukah Anda, ada tiga penelitian unik tentang seks yang mungkin belum pernah didengar sebelumnya? Dikutip dari berbagai sumber, ini dia penelitian yang dimaksud:

1. Kaos kaki untuk orgasme lebih maksimal
Awalnya, penelitian yang dilakukan oleh tim University of Groningen, Belanda, hanya ingin melihat bagaimana otak pria dan wanita bekerja saat mencapai orgasme.

Hasil yang mengejutkan, ditemukan bahwa orgasme pria dan wanita bisa lebih maksimal jika menggunakan alat bantu kaos kaki.

Para ahli melihat efek orgasme pada otak responden melalui MRI scan. Saat orgasme dicapai tanpa menggunakan kaos kaki, sensasi orgasme pada otak hanya mencapai 50 persen. Namun, saat pria dan wanita mengenakan kaos kaki ternyata sensasinya meningkat hingga 80 persen

Menurut para ahli, menggunakan kaos kaki memberikan efek aman dan nyaman, sehingga responden bisa berkonsentrasi penuh dalam mencapai klimaks.

2. Mayat bisa mencapai orgasme
Mary Roach, pengarang buku Spook: Science Tackles the Afterlife, menjelaskan bahwa mayat pun bisa dibuat mencapai orgasme. Ia berkonsultasi langsung dengan Stephanie Mann, MD. dari University of Vermont Medical Center tentang fenomena tersebut.

Ternyata dengan melakukan tindakan tertentu pada saraf tulang belakang, mayat pun bisa dibuat merasakan sensasi orgasme.

3. Ejakulasi dapat sembuhkan demam
Penelitian yang dilakukan Department of Neurosurgery and Student Research Committee University of Tabriz, Iran, mengungkapkan bahwa berhubungan seks tepatnya ejakulasi pada pria dapat menyembuhkan demam.

Hal ini dikarenakan, ejakulasi menstimulasi beberapa saraf tubuh yang dapat memperlancar aliran darah. ** Baca juga: Gila-gilaan, Perayaan Kelulusan Sekolah Siswa di Norwegia

Hasil penelitian yang unik, bukan? (ilj/bbs)