oleh

Wisata Religi Solear Dibuka, Disambut Antusias Pedagang dan Kera Dapat Makanan

Kabar6-Dibukanya wisata religi dalam masa libur panjang hari kedua, Kamis (29/10/2020) disambut antusias pedagang kaki lima (PKL), seperti yang biasa mangkal di Taman Makam Keramat Solear (TMKS). Bagun (35), warga sekitar makam senang bisa jualan lagi dan bersyukur atas dibuka wisata religi TMKS.

Selain bisa berjualan aneka minuman es kelapa muda, ternyata satwa lindung yang ada di dalam TMKS bisa ikut menikmati makanan dari para pengunjung. Dikatakan Bagun, dampak pandemic Covid-19 ini bukan hanya dirasakan masyarakat, namun ribuan satwa lindung yang ada di TMKS.

“Alhamdulillah bisa jualan lagi. Selama ditutup akibat dampak wabah Covid-19 nggak jualan, namun lebih menggembirakan lagi satwa kera rupanya dapat makanan juga. Kalau mereka lapar, soalnya kera-kera itu menyasar rumah warga,” ungkap Bagun.

Jadi, kata Bagun, jangankan masyarakat, ternyata banyak kera juga butuh makanan. Semakin banyak pengunjung yang berziarah ke makam keramat Solear ini, kata dia, semakin bagus juga buat pedagang dan kera-kera,” ujar Bagus.

Tokoh masyarakat setempat Atim Suhendra mengatakan, jumlah pengunjung di wisata religi TMKS saat ini, baru 30 persenan. “Biasanya ramai pengunjung itu kalau Sabtu dan Minggu. Untuk hari kedua libur panjang ini, laporannya baru sekitar 30 persen hingga Kamis sore ini,” imbuh Atim kepada kabar6.com di lokasi

Atim berharap Pemerintah Kabupaten Tangerang melalui dinas terkait bisa memperioritaskan pembangunan kawasan wisata ini agar lebih bagus sehingga bisa menyedot pengunjung dan jadi ikon daerah. Dengan begitu, perekonomian masyarakat setempat bisa meningkat.

**Baca juga: Libur Hari Kedua, Muspika Solear Patroli Protokol Kesehatan di Dua Tempat Wisata.

“Ini salah satu ikon di wilayah Solear yang harus mendapat perhatian khusus dari pemerintah. Kalau sudah bagus, pengunjung juga banyak, perputaran ekonomi masyarakat sekitar juga bagus income daerah juga masuk,” ungkap pria yang juga berkecimpung dalam salah satu lembaga sosial control. (han)

Berita Terbaru