oleh

WBP Lapas Kelas I Tangerang Diberi Pelatihan Tata Boga

Kabar6-Lembaga Pemasyarakatan Kelas I Tangerang hari ini menggelar pelatihan Tata Boga kepada 100 Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP). Kegiatan ini digelar di Aula Lapas Kelas I Tangerang, Rabu (12/2/2020).

Hadir dalam kegiatan ini Jumadi selaku Kepala Lapas Kelas I Tangerang beserta jajarannya. serta Tim Kesehatan & Perawatan Pembinaan Narapidana dan Latihan Kerja Produksi (Binapilatkerpro) Direktorat Jenderal Pemasyarakatan. Kegiatan ini merupakan Tahap Kedua dari kegiatan serupa yang telah dilaksanakan pada Rabu (5/2/2020) lalu.

Pelatihan tata boga ini sendiri merupakan hasil kerjasama dengan Perkumpulan Penyelenggara Jasaboga Indonesia (PPJI). Maksud dan tujuan dari pelatihan ini adalah untuk mempersiapkan sumber daya atau pekerja pada Dapur Siap Saji Lapas Kelas I Tangerang. Dapur siap saji tersebut juga merupakan salah satu Resolusi Pemasyarakatan 2020 yang telah dicanangkan oleh Sri Puguh Budi Utami selaku Direktur Jenderal Pemasyarakatan.

Dalam kesempatan ini, Jumadi mengutarakan bahwa pelatihan ini diharapkan bisa mempercepat kesiapan Lapas Kelas I Tangerang guna memenuhi salah satu Resolusi Pemasyarakatan 2020 dalam hal Dapur Siap Saji. Lebih lanjut, Jumadi juga berharap agar para petugas juga turut mengawal jalannya pelatihan ini.

“Kami berterima kasih kepada PPJI yang telah bersedia membantu kami dalam pelatihan tata bioga kepada anak-anak kami WBP di Lapas Kelas I Tangerang. Semoga dengan pelatihan ini para SDM Dapur Siap Saji bisa lebih ahli, tanggap, dan cekatan dalam mewujudkan salah satu Resolusi Pemasyarakatan 2020,” kata Jumadi. “Selain itu, kami juga berharap agar rekan-rekan petugas pemasyarakatan di Lapas Kelas I Tangerang juga bisa mengawal jalannya pelatihan ini guna mempercepat terciptanya Dapur Siap Saji di Lapas kita tercinta ini,” tambahnya. **Baca juga: Kalah Sidang, Warga Kalibaru Blokade Akses ke Bandara Soekarno-Hatta.

Dalam pelatihan tata boga ini, para WBP yang menjadi pekerja diajarkan berbagai teknik dalam menyiapkan makanan dengan baik dan bergizi. Selain itu, diberikan juga pembekalan berupa praktik masak-memasak, dan dibagi ke dalam 10 Kelompok berbeda. Tiap-tiap kelompok diberi tugas untuk memasak masakan yang berbeda. Hasil dari masakan tersebut dicicipi oleh seluruh peserta yang hadir dalam kegiatan ini.
(Vee)

Berita Terbaru