oleh

Waspadai Kesemutan Sebagai Ciri Penyakit Serius

Ilustrasi/bbsKabar6-Setiap orang pasti pernah mengalami apa yang disebut kesemutan. Biasanya sering terjadi sehabis bangun tidur, sehabis duduk, atau sedang menonton televisi.

 

Meskipun dianggap sebagai sesuatu yang biasa terjadi sehari-hari, Anda harus waspada karena kesemutan bisa jadi merupakan tanda penyakit serius, bahkan dapat berakhir dengan kematian.

 

Kesemutan adalah suatu kondisi abnormal saat seseorang merasakan sensasi seperti terbakar, baal, geli, gatal, dan seperti ada yang menjalar di kulit pada tubuh. Dalam istilah medis, kesemutan disebut paresthesia. Lokasi paling sering terjadinya kesemutan biasanya pada lengan atau tungkai. Namun dapat juga terjadi pada bagian tubuh lainnya.

 

Menurut DR. dr. Jacub Pandelaki Sp.Rad (K), Consultant Interventional Radiologist Rumah Sakit Bethsaidah Gading Serpong Tangerang, kesemutan merupakan tanda syaraf tidak bekerja dengan benar, dapat berlangsung sementara misalnya pada saat kita melipatkan kaki dalam waktu yang lama atau ketika tidur dengan posisi tangan menopang  kepala.  Kesemutan tersebut akan berangsur-angsur hilang jika kita mulai menggerakkan bagian tubuh yang mengalami kesemutan tadi. Hal tersebut disebabkan karena syaraf tidak bekerja dengan benar, yang bisa jadi akibat tekanan atau sirkulasi yang terganggu sementara.

 

Namun apabila kesemutan terjadi secara kronis atau terus menerus dan tidak mudah hilang, sebaiknya Anda harus waspada, karena gejala itu dapat merupakan tanda penyakit saraf atau adanya kerusakan saraf. Bisa saja kesemutan yang kita anggap sepele itu merupakan awal penyakit yang serius seperti stroke, tumor, dan penyakit saraf lainnya.

 

Kesemutan yang dialami hanya sebelah badan, disertai muntah dan sakit kepala hebat, bisa jadi merupakan tanda perdarahan atau tumor otak. Biasanya gejala tersebut terjadi perlahan-lahan dan semakin lama semakin berat. Bila tanda-tanda yang muncul mengarah pada perdarahan otak atau tumor otak,  pemeriksaan lebih lanjut seperti CT-Scan, MRI, dan sebagainya harus dilakukan.

 

Penderita kencing manis sering mengeluh kesemutan yang biasanya berawal dari ujung jari kaki, yang semakin lama akan menjalar pada kedua tangan. Hal ini disebabkan karena penderita kencing manis terjadi hambatan pada mikrosirkulasi darah, yang akan menyebabkan kerusakan saraf, sehingga muncul gejala kesemutan. Apabila kesemutan tersebut didiamkan, dapat menimbulkan kelumpuhan.

 

Sementara itu saraf kejepit baik di tangan maupun di tungkai dapat menyebabkan keluhan kesemutan. Saraf kejepit yang paling sering terjadi pada tangan adalah sindrom terowongan karpal. Pada sindrom ini, tangan Anda awalnya akan merasa kebas, kesemutan, maupun nyeri pada pergelangan tangan. Kesemutan terjadi terutama pada ibu jari, jari telunjuk, jari tengah, dan setengah dari jari manis.

 

Apabila tidak terdeteksi dengan cepat, tangan akan mengalami kelemahan dan Anda mulai menjatuhkan barang pada saat menggenggam sesuatu. Dokter spesialis saraf akan memeriksakan kecepatan hantar saraf pada pergelangan tangan anda sehingga diketahui seberapa berat kerusakan yang Anda alami. Saraf kejepit pada tulang belakang juga sering menimbulkan kesemutan. Biasanya menjalar dari pinggang hingga paha maupun ke ujung kaki.

 

Jadi setiap Anda mengalami kesemutan, sebaiknya mengenali jenis kesemutan itu, dan apabila terjadi dalam jangka lama segera konsultasi ke dokter spesialis saraf untuk mengantisipasi kemungkinan terburuk.(asri)

Berita Terbaru