oleh

Waspada, Produk IKM Rawan Digusur Industri Modern

Kabar6-Para pelaku usaha Industri Kecil Menengah (IKM) harus menerima kenyataan getir akibat bangkrut. Bahkan jumlahnya setiap tahun terus meningkat. Fakta ini menjadi ancaman serius bagi 12 juta pelaku usaha IKM di Indonesia, termasuk di Kota Tangsel.

“Setiap tahunnya turun 8 persen. Justru pasar modern yang meningkat hingga 31,5 persen,” kata Ketua Perhimpunan Hotel Restoran Indonesia (PHRI) Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Gusri Effendi di Buaran, Kecamatan Serpong, Minggu (5/10/2014).

Menurutnya, jika kebutuhan para IKM tidak diselamatkan, maka gerak mereka untuk menjual produk buatannya akan semakin sulit. Indikator penyebab masalahnya hampir semuanya sama. Ini akibat melemahkan daya saing mayoritas IKM terhadap industri skala besar.

IKM selalu dihadapkan pada persoalan klasik, yakni keterbatasan permodalan dan pemasaran produk. Sehingga masalah ini mesti bisa dipertimbangan oleh Pemerintah Kota Tangsel.

Gusri pun mengaku juga telah berinisiasi untuk mengajak PT Pembangunan Investasi Tangerang Selatan (PT PITS). Bersama induk perusahaan (holding company) Badan Usaha Milik Daerah itu, Gusri ingin lembaga ini bisa menggandeng para investor dan pemangku kepentingan (stake holder) lainnya. **Baca juga: Airin Sewot, BTS Ilegal Masih Beroperasi.

“Nantinya kasihan si engkong petani yang hanya punya lahan 50 meter akan bingung untuk menjual kangkung hasil garapannya,” ujarnya beranalogi.(yud)

 

Berita Terbaru