oleh

Wasit Tewas Dikeroyok Pemain Sepakbola

Kabar6-Busyet. Seorang wasit liga sepakbola remaja yang tergabung club Nieuw Sloten di Belanda tewas setelah dipukuli oleh sekelompok pemain berusia belasan tahun.

Wasit bernama Richard Nieuwenhuizen  dalam keadaan kritis sempat dibawa ke rumah sakit setempat. Namun, Nieuwenhuizen akhirnya tewas pada hari Senin (03/12) kemarin.

Ketiga pemain diduga tidak puas terhadap kepemimpinan Nieuwenhuizen yang sempat menjadi hakim garis dalam salah satu pertandingan di  klub ketiga pemain tersebut pada hari Minggu lalu.

Dalam kesehariannya Nieuwenhuizen juga kerap menjadi wasit di klub Buitenboys yang terletak di kota Almere di mana salah satu anaknya juga bermain disana.

Pimpinan Buitenboys, Michael Oost mengatakan Nieuwenhuizen yang kerap bertugas sebagai hakim garis bagi klub itu merupakan orang yang sangat mencintai sepakbola.

“Dia menikmati tugasnya itu. Dia benar-benar mencintai sepakbola. Dia selalu ada di sini,” kata Oost kepada media penyiaran nasional Belanda, NOS.

Tewasnya Nieuwenhuizen dilaporkan telah mengguncang dunia olahraga di Belanda.

Setelah kejadian ini kepolisian telah menangkap tiga remaja berusia antara 15 hingga 16 tahun yang diduga ikut melakukan pemukulan.

Menteri olahraga Belanda, Edith Schippers mengatakan peristiwa itu sebagai sebuah kejadian yang menyedihkan.

“Ini tentu sangat mengerikan bahwa peristiwa tersebut bisa terjadi di dunia olahraga Belanda.”

Pernyataan kurang lebih serupa juga disampaikan oleh Anton Binnemars dari Asosiasi Sepakbola Kerajaan Belanda yang menyebut bahwa “sangat sulit menggambarkan dengan kata-kata bahwa seorang yang mempunyai hobi olahraga kemudian menjadi korban dari tindakan kekerasan seperti ini.”

Sementara itu Nieuw Sloten, klub asal ketiga pelaku pemukulan mengatakan mereka sangat terkejut dengan apa yang telah terjadi terhadap Nieuwenhuizen.

Klub itu berencana melarang pemain yang bertanggung jawab dalam kasus tersebut untuk terlibat di klub tersebut seumur hidup mereka.

Nieuw Sloten juga akan menarik diri dari liga yang mereka ikuti saat ini selain itu mereka juga akan menghentikan sementara kegiatannya. “Kekerasan seharusnya tidak terjadi di lapangan sepakbola,” kata klub tersebut.(BBC/sak)

 

Berita Terbaru