oleh

Warga Rengas Dipersilahkan Laporkan Bengkel Furniture ke Polisi

Kabar6-Kasie Trantib Kecamatan Ciputat Timur, Kota Tangerang Selatan, Saduni Jaelani mengaku sudah berupaya mediasi kisruh di Jalan Gelatik Atas RT 09/20, Rengas. Di pemukiman padat penduduk itu beroperasi bengkel furniture dikeluhkan karena selalu bising dan menimbulkan polusi.

“ya kalau belom puas laporan ke polisi. kalau kita kan cuma batas mediasi, warga kita semua gitu kan,” katanya ditemui kabar6.com di kantor Satpol PP Kota Tangsel, Kamis (14/1/2020).

Ia mengaku tak pantau kondisi di lapangan jika warga masih mengeluhkan suara bising mesin kayu. Pada surat pernyataan antara pemilik bengkel furniture dengan warga disepakati setiap aktivitas mulai pukul 08.00 hingga 16.00 WIB.

“Ya saya gak tau, kalau situ saya belum mantau kalau masih kerja. klau warga lapor kan bisa saja sepihak,” ujar Saduni.

**Baca juga: Dinsos Tangsel Jelaskan Bedanya Angka Kemiskinan dan Keluarga Miskin

Terpisah, Shinta, warga sekitar merasa tak aneh jika unsur aparatur wilayah di Ciputat Timur lebih condong ke penguasa bengkel furniture. Ia mempersilahkan lakukan inspeksi mendadak datangi lokasi.

“Biar kuping, mata dan telinganya terbuka. Malam-malam suara bising masih kedengeran, bukan saya enggak suka sama orang lagi usaha. Tapi saya juga punya bayi,” keluhnya.(yud)

Berita Terbaru