oleh

Warga Gondrong Tolak Harga Tanah Rendah

Kabar6-Sejumlah warga di Kelurahan Gondrong, Kecamatan Cipondoh, Kota Tangerang, hingga kini masih mempersoalkan proses penetapan biaya ganti rugi pembebasan lahan proyek normalisasi Kali Angke.

Apalagi, pasca insiden meninggalnya seorang warga bernama Abdurahman, lantaran sakit jantungnya kambuh saat menolak harga tanah yang dibayar rendah, tim aprraisal belum juga merevisi penawaran ganti rugi tanah warga tersebut.

“Dari kejadian 18 November kemarin, sampai sekarang belum ada juga tindakan tim appraisal maupun Dinas Tata Kota Tangerang dan Badan Pertanahan Nasional (BPN), untuk perubahan nilai ganti rugi lahan kami,” kata Fatonah, salah seorang putri dari almarhum Abdurahman, Minggu (7/12/2014).

Kemarin, lanjut dia, warga pun sempat memasang spanduk penolakan harga ganti rugi tanah yang dinilai tidak manusiawi. “Tapi tau-tau dicopot sama petugas Satpol PP. Berarti keluhan kami ini tidak didengar sama pemerintah,” keluh Fatonah.

Perempuan yang akrab disapa Siffah ini juga mengaku, bahwa sebenarnya para warga sangat mendukung program pemerintah untuk melakukan normalisasi kali angke. Namun, tambah dia, warga pun tak ingin menerima harga ganti rugi yang tidak sesuai.

“Kalau kita bandingan dengan harga NJOP, itu sangat jauh sekali. Yang bikin kesal adalah, warga ditakut-takuti dengan ancaman untuk membawa ke pengadilan, apabila tidak mau melepas tanahnya. Makanya kita disini bersatu untuk mempertahankan tanahnya dan siap dilepas dengan harga sesuai kesepakatan warga,” pungkasnya.

Terpisah, beberapa waktu lalu, Anggota DPRD Kota Tangerang H Syahroni sempat mengungkapkan, bahwa sejatinya warga memiliki hak untuk menolak, apabila harga yang ditentukan dirasa tidak sesuai. **Baca juga: Tolak Pembebasan Lahan, Warga Gondrong Sindir Walikota di Spanduk.

“Jadi sifatnya, tim aprrasial itu adalah melakukan permusyarahan, untuk membuat kesepakatan nilai ganti rugi dengan warga. Kami sangat siap jika warga memang menyampaikan permasalahan yang sebenarnya kepada kami, kami akan membantu untuk memfasilitasi, dalam mencari solusi ini,” pungkasnya.(ges)

Berita Terbaru