oleh

Warga Filipina Gandir di RS IMC Bintaro, Begini Pesannya

Kabar6-Ulah yang dilakukan Arnel Santillan (34), warga negara asal Filipina telah membuat semua penghuni Rumah Sakit Ichsan Medical Centre (IMC) Bintaro, Kota Tangerang Selatan (Tangsel), panik.

Pasalnya, pria sedang menjalani perawatan medis akibat menderita penyakit paru-paru itu ditemukan sudah tergantung kaku di dalam ruang VIP Flamboyan rumah sakit tersebut.

Kepala Unit Reserse Kriminal Polsek Ciputat, Ajun Komisaris (Pol) Budi Hardjono mengatakan, jasad korban pertama kali ditemukan oleh Imas, seorang perawat RS IMC Bintaro.

Imas kaget bukan kepalang, ketika baru saja membuka pintu ruangan VIP Flamboyan. Sebab ia melihat kondisi tubuh pasiennya sudah tergantung dengan jeratan kabel dibagian leher.

“Suster rencananya mau mengecek kondisi pasien. Pas melihat pasiennya gantung diri perawat tersebut teriak histeris,” kata Budi ditemui wartawan di lokasi perkara, Senin (29/9/2014).

Otomatis teriakan Imas menyita perhatian para penghuni rumah sakit lainnya. Posisi jasad pria plontos yang memiliki tato di kedua lengan atasnya telah terbelit kabel hitam yang diikatnya di breket televisi setinggi 2,5 meter.

Masih menurut Budi, setelah mendapat informasi pihaknya langsung meluncur ke lokasi perkara untuk memeriksa warga penghuni Cluster Emeral Teras C17, Kecamatan Pondok Aren. Meski sedang menjalani perawatan di ruang kamar inap, korban tidak dalam keadaan di infus.

“Baju pasiennya juga enggak dipakai. Hanya mengenakan kaos lengan pendek berwarna abu dan celana pendek motif kotak berwarna hijau,” terang Budi.

Namun, ada gelang pasien di lengan kirinya, dengan tulisan nama lengkap serta dokter yang menangani korban.

“Memang dari keterangan rumah sakit, korban ini sudah seminggu dirawat disini akibat penyakit paru yang dideritanya,” tutur Budi.

Sebelum bunuh diri, diketahui korban menuliskan pesan di secarik kertas. Isinya, meminta agar siapapun yang melihatnya tewas tak perlu panik. **Baca juga: Tiga Kandidat Sekda Tangsel Ada di Banten.

“Jangan panik, hubungi Sunny” isi tulisan dalam kertas tersebut. Setelah diselidiki, Sunny ternyata rekan kerja korban yang merupakan sesama guru di Sekolah Mentari di Kecamatan Setu.(yud)

 

Berita Terbaru