oleh

Warga Desa di India Mengamuk dan Oleskan Tinta Hitam ke Wajah Guru yang Perlihatkan Video Porno ke Para Siswi

Kabar6-Amarah warga desa di Distrik Singhbhum Barat, Jharkhand, India, tak dapat dibendung lagi. Tanpa ampun, mereka mengarak seorang guru sekolah menengah, setelah sebelum mengoleskan tinta hitam ke wajah pria tadi.

Tak hanya itu, warga juga mengalungkan sepatu ke leher guru tersebut. Apa yang sebenarnya telah terjadi? Rupanya, melansir Indianexpress, kemarahan warga dipicu lantaran guru pria yang tak disebutkan namanya itu memperlihatkan video porno kepada para siswi di dalam kelas. Emosi warga semakin memuncak setelah guru itu tidak diproses hukum oleh polisi yang mengamankannya.

Diketahui, sehari sebelumnya enam siswi sekolah menengah di blok Noamundi memberitahu orangtua mereka bahwa guru tersebut menunjukkan video asusila dan menyentuh mereka secara tidak pantas. ** Baca juga: Di Shenzen, Lahir Bayi dengan Empat Tangan dan Empat Kaki

Dari pengakuan enam siswi itu, warga desa lantas menyerang si guru. Petugas polisi melihat peristiwa itu kemudian bergegas mengamankan si guru ke sebuah pos. Para warga desa pun menggelar dharna, menuntut agar guru itu segera dikirim ke penjara. Warga juga mengajukan pengaduan tertulis untuk tersangka.

Namun setelah tidak ada tindakan hukum yang diambil, warga desa lantas mengadakan pertemuan dan memutuskan untuk menghukum guru tersebut. Selanjutnya, massa wanita dalam jumlah besar menangkap si guru. Mereka mengoleskan tinta hitam ke wajah pria itu serta memberinya kalung sepatu.

Saat warga membawa pelaku menuju stasiun kereta api terdekat setelah mengaraknya di daerah Badajamda, polisi lagi-lagi datang dan menyelamatkannya.

Menurut petugas polisi, massa kemudian menggelar dharna di luar pos polisi menuntut agar guru itu dijebloskan ke penjara. Inspektur polisi setempat, Virendra Ekka, mencoba menenangkan para wanita yang marah, yang menggelar demonstrasi selama beberapa jam.

Petugas dari kantor polisi Badajamda, Basudev Toppo, mengatakan bahwa masalah itu sedang diselidiki.(ilj/bbs)