oleh

Warga Bima Ikut Karnaval Budaya di Kabupaten Tangerang

Kabar6-Warga Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB) yang berdomisili di Tangerang turut serta meramaikan karnaval budaya Tangerang Gemilang yang digelar di kawasan Pusat Pemerintahan Kabupaten (Puspemkab) Tangerang di Tigaraksa, Jumat (29/12/2017).

Para pemuda Bima terlihat mengenakan pakain adat “Sambolo Tembe Nggoli (kain songket Bima)” dan “Rimpu” bagi peserta wanita.

Mereka, tampak membaur dengan ribuan peserta lainnya yang juga menampilkan budaya daerahnya masing- masing.

Karnaval budaya Tangerang Gemilang yang dimulai Pukul 14.00-16.30 WIB ini digelar dalam rangka merayakan hari jadi ke 74 Kabupaten Tangerang.

Untuk start karnaval dimulai di depan Gedung Olah Raga Bulutangkis Gloria dan finish di depan Bundara Tugu Tiga Pahlawan Tumenggung di Kampung Bugel, Kelurahan Kadu Agung, Kecamatan Tigaraksa.

Parade andong sebagai pembuka karnaval budaya Tangerang, dimana dalam parade andong ini membawa rombongan Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar beserta Ibu Yuli Zaki Iskandar, forum komunikasi pimpinan daerah dan pejabat eselon dua beserta istri, Camat beserta istri dengan menggunakan kendaraan andong hias dan mobil wisata lengkap dengan pakaian adat Tangerang.

Selanjutnya, diikuti pasukan pembawa bendera merah putih dan panji Kabupaten Tangerang sejumlah 74 orang.

Pasukan pembawa bendera merah putih ini adalah purna paskibraka Indonesia. Meraka bertugas membawa bendera merah putih sebagai tanda dimulainya devile atraksi peserta.

Menyusul kemudian penampilan Drum Band Gita Swara Bahari BP2IP Tangerang, sebagai pendamping pengiring devile karnaval budaya Tangerang Gemilang.

Melihat atraksi yang ditampilkan para taruna pelaut asal Sukadiri Kabupaten Tangerang ini warga yang berada disekitar lokasi berbondong-bondong melihat langsung penampilan Drum band Gita Swara Bahari di pinggir Jalan KH Syekh Nawawi Tigaraksa.

Kemudian disusul devile peragaam busana, pada peragam ini menampilkan berbagai busana beraneka warna warni seperti pergaan jember fashion carnaval. Di susul kemudian pasukan Aparatur Sipil Negara (ASN) Eselon tiga berpakaian adat khas Kabupaten Tangerang, menggunakan pakaian adat Tangerang berwarna ungu muda. Terlihat para pejabat eselon tiga terlihat rapi berjalan beriringan menggunakan seragam warna unggu.

Di belakang pejabat eselon tiga, disusul parade kepala desa/lurah se Kabupaten Tangerang, para pejabat di tingkat desa dan kelurahan ini menggunakan seragam berwarna putih atau pakian dinas harian.

Devile Tangerang Gemilang Fashion Carnaval dengan tema pertama tentang sejarah Tangerang, pada devile sejarah Tangerang ini dikemas dalam penampilan sosok tiga Tumenggung yaitu Aria Wangsakara, Aria Yudha Negara, dan Arya Jaya Santika menampilkan Dzuriat Rd. Aria Wangsakara peserta 25 orang.

Selanjutnya disusul parade baju etnik Kabupaten Tangerang, yaitu etnik Betawi, jawa, Sunda, Cina. Dimana dalam parade etnik ini, panitia ingin menggambarkan empat budaya besar masyarakat Kabupaten Tangerang.

Etnis Betawi mendiami perbatasan dengan daerah DKI Jakarta atau wilayah selatan Tangerang, etnis Jawa mendiami wilayah utara Tangerang, etnis sunda mendiami sebagain besar wilayah Tangerang dan etnis Cina mendiami beberapa kecamatan di Kabupaten Tangerang.

Devile Tangerang Gemilang Fashion Carnaval dengan tema kedua tentang Garuda dengan Bhineka Tunggal Ika menggambarkan kemajemukan masyarakat Kabupaten Tangerang, dikemas dalam penampilan keanekaragaman etnik di Kabupaten Tangerang.

Ragam etnis ini menampilkan etnis Nias asal Sumatra Utara, Padang Sumatra Barta, Jawa, Sunda dan Betawi.

Devile Tangerang Gemilang Fashion Carnaval dengan tema ketiga tentang ikon Kabupaten Tangerang dikemas dalam penampilan aneka ragam ciri khas Kabupaten Tangerang, dimana menampilkan khas yang ada di kecamatan, salahsatunya Solear.

Devile Tangerang Gemilang Fashion Carnaval dengan tema ke empat, tentang keanekaragaman kerajinan Kabupaten Tangerang dikemas dalam penampilan Ragam produk kerajina.

Dilanjutkan devile komunitas santri, terlihat para santri berbagai kecamatan ini berpenampilan busana muslim.

Kemudian disusul devile komunitas petani dan nelayan sebanyak 240 orang. Terlihat para petani berpakaian ala petani sawah baik perempuan dan laki-laki sambil membawa hasil bumi seperti jagung, kacang, tomat, padi dan lainnya. Sedangkan nelayan membawa jaring penangkap ikan, pancing ikan, dan peralatan penangkapan ikan lainnya.

Devile Kesenian Tanjidor, kesenian ini merupakan musik tradisional khas masyarakat etnik Betawi yang sering di mainkan secara berkelompok. Kemudian devile seniman bedug lojor, Reog Sunda Kuntring, Reog Ponorogo, parade qosidah, marawis,pencak silat dan devile atlet pencak silat Kabupaten Tangerang.

Devile MB/DB Madrasah Aliyah Negeri 4 Kabupaten Tangerang, dilanjutkan dibelakangnya mobil hias, pertama mobil hias dari Perumahan Bumi Serpong Damai, Perumahan Summarecon, Bank BJB Banten, Replikasi Masjid Al-Amjad Tigaraksa, Swancity, Paramount land,dan tak ketinggalan KPU Kabupaten Tangerang dengan menampilkan mascot Pilkada Kabupaten Tangerang Tahun 2018 yaitu Tudung (Topi Bambu). Tudung merupakan kearifan lokal Tangerang tidak mudah digerus oleh jaman.**Baca Juga: Hari Ini, Wali Band Tampil di Puncak HUT Kabupaten Tangerang.

Selanjutnya Marcing Band Gita Wibawa Praja 125 orang. mengiringi devile Komunitas Cost Play, Kominitas Egrang sekitar 50 orang dibagi dua kelompok, Komunitas Motor Antik Club Indonesia (Maci) 50 orang, Komunitas Motor Vespa Antic sekitar 50 motor, Kominitas motor Trail, parade mobil antik, Komunitas Outsider, Komonitas Kawaski-Ninja Banten, Komunitas Harley Davidson, Rapi Rider 50 unit dan ditutup Komunitas Terios Indonesia Chapter Banten Raya (Tebar) sekitar 10 unit, Tebar ini diketuai Om Maddean dan sekretrais Azas Turhadian.

“Karnaval Budaya Tangerang Gemilang yang digelar setiap tahun ini mengambarkan keragaman budaya Negara Kesatuan Republik Indonesia yang ada di daerah ini,” ungkap Bupati Zaki, saat membuka acara tersebut.(Nir/Tim K6)

Berita Terbaru