oleh

Wanita Ini Berencana Tinggal di Kutub Selatan Selama 10 Bulan untuk Teliti Jupiter

Kabar6-Deborah Gulledge (24), lulusan fisika Austin Peay State University berencana melakukan pengamatan seismologi planet Jupiter di Kutub Selatan selama 10 bulan.

Gulledge dan tim, melansir theleafchronicle, memulai perjalanan mereka ke Kutub Selatan pada minggu pertama Januari 2020 mendatang. Mahasiswi pascasarjana di Georgia State University ini akan menjadi satu dari sekira 1.600 orang yang pernah menghabiskan musim dingin di kutub.

Gulledge kemungkinan akan berada di tim pertama dalam sejarah untuk membuktikan apakah Jupiter memiliki inti yang solid.

“Saya telah berharap untuk pergi ke Kutub selama bertahun-tahun dan ingin bekerja di sana selama berbulan-bulan. Saya merasa senang dan gugup, tapi bahagia luar biasa, seperti saya di puncak dunia karena saya pergi ke sana,” jelas Gulledge.

Disebutkan, Gulledge berada di Hawaii mempersiapkan misi Kutub Selatan membangun teleskop untuk mengamati Jupiter dan seismologinya. Tim berharap, teleskop dapat mengukur gelombang suara yang melintasi planet ini dan menggunakan pengukuran untuk memetakan struktur internal Jupiter.

Pada Januari 2020 mendatang, Gulledge dan tim terbang ke Christchurch, Selandia Baru, lalu ke Stasiun McMurdo di pantai Antartika. Penerbangan terakhir akan membawa mereka ke Stasiun Kutub Selatan Amundsen-Scott di Kutub Selatan.

Pekerjaan utama Gulledge dan rekannya adalah menjalankan teleskop dan bekerja dengan data yang dikumpulkan. Namun, musim dingin membantu stasiun tetap beroperasi, jadi akan ada banyak hal lain yang bisa dikerjakan, misalnya membantu di kebun hidroponik, memasak, membersihkan, memadamkan api, dan apa pun yang perlu dilakukan.

Setelah lulus, Gulledge berencana untuk melamar ke korps astronot. Dia percaya pengalaman tinggal dan bekerja di tempat yang paling tak kenal dan paling terpencil di planet kita adalah pelatihan yang tak ternilai. ** Baca juga: Masih Jadi Misteri, 5 Buku yang Isinya Belum Terpecahkan Hingga Kini

“Pengalaman ini tidak ternilai untuk suatu hari bekerja di lingkungan paling ekstrem yang dikenal oleh umat manusia,” katanya lagi.(ilj/bbs)

Berita Terbaru