oleh

Wali Kota Cilegon Sebut Kekerasan Perempuan dan Anak Kerap Terjadi di Rumah

Kabar6-Wali Kota Cilegon, Helldy Agustian menerangkan, kasus kekerasan terhadap anak perempuan kerap terjadi di dalam rumah yang seharusnya menjadi tempat aman dan nyaman untuk berlindung. Kemudian diluar tempat tinggal, pelecehan dan kekerasan seksual juga mengancam bagi perempuan dan anak-anak.

“Rumah seharusnya menjadi tempat yang aman, tapi banyak juga dirumah justru mendapatkan kekerasan. Diluar rumah, perempuan dan anak sering mendapatkan kekerasan fisik maupun seksual, termasuk diskriminasi,” kata Wali Kota Cilegon, Helldy Agustian, Jumat (08/07/2022).

Orangtua diharapkan mampu menjaga anak-anaknya dari perilaku kekerasan fisik maupun psikologis, terutama anak perempuannya.

Helldy Agustian menyampaikan, jika menemukan kasus kekerasan dalam rumah tangga maupun pelecehan seksual, masyarakat Kota Cilegon bisa melapor ke call center 112.

Dengan cepatnya laporan yang diterima, penanganan kasus dan pendampingan terhadap korban bisa tertangani dengan cepat.

“Saya harap jika ada korban ataupun masyarakat sekitar yang mengetahui adanya kasus seperti ini, segera melaporkan langsung maupun melalui call centre di 112,” terangnya.

Kekerasan fisik maupun seksual bisa terjadi dengan berbagai modus seperti ancaman, intimidasi, menyentuh bagian sensitif perempuan hingga pemerkosaan.

**Baca juga: Mahasiswa Banten Apresiasi Perbaikan di Krakatau Steel

Kekerasan seksual maupun fisik juga berdampak luas bagi korbannya, mulai dari mengisolasi diri, mental yang terganggu hingga ekonomi.

“Secara umum dampak kekerasan terhadap perempuan bisa dilihat dari berbagai aspek seperti kesehatan mental, perilaku, fisik, ekonomi dan sosial. Mungkin juga dapat mengalami berbagai gangguan mental seperti depresi,” jelasnya.(Dhi)