oleh

Wakil Ketua MPR Seni Qasidah Harus Dilestarikan

Kabar6-Lembaga Seni Qasidah Indonesia (LASQI) menggelar Musawarah Nasional (Munas V) tahun 2022, dengan tema “Dari Lasqi Bersinergi Untuk Negeri” di Kota Tangerang 12-14 Agustus. Dihadiri ratusan peserta dari 28 utusan berbagai daerah di Tanah Air.

Wakil Ketua MPR-RI Jazilul Fawaid, dalam sambutanya menyampaikan, kesenian qasidah hadir di tengah-tengah masyarakat Indonesia sebagai bentuk budaya yang harus dilestarikan dan dikembangkan. Antusias masyarakat terhadap kesenian ini cukup besar dan mengakar.

Oleh karena itu, ia meminta Lasqi terus diperkenalkan ke masyarakakat lewat seni budaya musik qasidah, karena menurutnya generasi saat ini lebih menyukai seni budaya yang modern.

“Mereka lebih asyik nonton drakor, dan musik-musik modern lainnya. Untuk itu Lasqi harus tampil jangan sampai anak-anak kita tidak tahu musik qasidah,” ujarnya, Jumat (12/8/2022) malam.

Lasqi yang sudah ada besar ini pun harus bisa berupaya lagi mengenalkan musik bernuansa Islami kepada generasi penerus.

“Kadang saya aja tahunya musik qasidah itu ya Nasida Ria (grup musik qasidah),” kelakar Jazilul disambut tawa peserta Munas.

Jazilul yang digadang-gadang sebagai Ketua Umum Lasqi yang baru ini juga berharap, Lasqi akan menjadi organisasi yang besar lagi yang bermanfaat bagi bangsa dan negara.

“Selamat atas digelarnya Munas ke-V Lasqi. Semoga Lasqi bermanfaat bagi bangsa dan negara,” tutupnya.

Diketahui, Ketua Umum Lasqi yang akan berakhir masa jabatanya yaitu Tarmizi Tohor, sementara Ketua Umum DPW Lasqi Banten adalah Adde Rosi Khairunnisa.

Sementara, Ketua Harian DPW Lasqi Banten yang juga pelaksana panitia Steering Committee (SC), Syaeful Nawasih mengatakan, agenda Munas V Lasqi ini salah satunya memilih Ketua Umum yang baru untuk periode 2022-2027.

“Untuk membawa Lasqi kedepan lebih baik lagi. Selama lima tahun nantinya,” jelas Syaeful kepada awak media ini disela acara.

**Baca juga: HUT RI ke-77, Wartawan di Tangerang Ramaikan Turnamen Catur SIWO PWI

Kata dia, Lasqi lahir sekira di tahun 70-an sudah dikenal oleh masyarakat luas, para pengurusanya pun ada hingga tingkat kecamatan di setiap daerah. Hanya saja generasi anak sekarang lebih mengenal seni budaya dari luar yang modern.

“Makanya dengan adanya Lasqi ini kita terus berupaya menyosialisasikan seni budaya Islam (Lasqi),” tandasnya. (Oke)