oleh

Wah, Pasien Typus Kehilangan Perhiasan Emas di RSIA Insan Permata

Kabar6-Apes. Kiranya itulah nasib yang sedang menimpa diri ibu muda bernama Sri Budiarti (33), warga Kelurahan Sudimara, RT 01/04, Kecamatan Pinang, Kota Tangerang.

Tak hanya harus menjalani perawatan serius karena mengidap penyakit typus, pada saat yang sama Sri juga harus kehilangan perhiasan emas kesayangannya.

Menurut Sri, peristiwa itu terjadi di Rumah Sakit Ibu dan Anak Insan Permata, yang berlokasi di Jalan Bhayangkara I, Kelurahan Paku Jaya, Serpong, Tangerang Selatan (Tangsel), Senin (21/1/2013).

“Awalnya saya datang ke rumah sakit ini untuk berobat. Setelah mendaftar, suster dibagian belayanan kemudian mengantar ke Unit Gawat Darurat (UGD) untuk memeriksakan penyakit saya,” ujar Sri.

Setiba di ruang UGD, Sri yang saat itu diantar Ida, kakaknya iparnya, diminta oleh  suster yang menangani untuk melepas gelang emas yang  dipakainya karna saat itu lengan Sri akan dipasangi infus.

Usai mengantar ke UGD, Ida kembali kependaftaran untuk mengurus kamar perawatan, karena saat itu Sri akan dirawat. Sedangkan Sri meminta ijin kepada suster untuk ke kamar mandi yang masih berada di ruang UGD.

Saat itu, Sri meninggalkan tas yang didalamnya berisi handphone, uang serta gelang emas yang baru saja dilepasnya.

Setelah pemeriksaan di UGD selesai, Sri kemudian dibawa ke ruang Tulip II untuk dirawat. Saat itulah Sri mengecek isi tasnya. Dan, ternyata gelang emas miliknya senilai Rp. 4,3 juta sudah raib entah kemana. “Gelangnya hilang, tapi handphone dan uang saya tidak hilang,” ujar Sri.

Sri sempat berharap agar pihak RSIA bertanggungjawab, pasalnya saat ditinggal ke toilet, di UGD itu juga ada suster yang bertugas. “Tas itu saya tinggal di UGD. Dan disitu juga ada suster yang bertugas. Tapi kok isi tas saya bisa hilang,” ujar Sri kesal.

Sementara, pihak managemen RSIA Insan Permata yang dikonfirmasi  mengaku bahwa apa yang dilakukan suster (meminta pasien untuk melepas gelang di tangan) sudah melalui Standard Operating Procedure (SOP). 

“Apa yang dilakukan suster sudah sesuai. Kalaupun kemudian ada barang milik pasien yang hilang, itu bukanlah tanggungjawab kami. Kami juga sudah menghimbau agar pasien tidak membawa barang berharga ke dalam rumah sakit,” ujar perwakilan menejemen RSIA Insan Permata.(Turnya)

Berita Terbaru