oleh

USAID PRIORITAS Bantu Siapkan Distribusi Guru yang Strategis

Kabar6-Pertemuan konsultasi publik diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan Kota Tangerang Selatan (Tangsel), bekerjasama dengan USAID PRIORITAS Provinsi Banten.

 

Dihadiri oleh pemangku kepentingan bidang pendidikan di Kota Tangerang Selatan seperti BAPPEDA, DPRD, Pemkot, Dewan Pendidikan, Kemenag, Dinas Pendidikan, BKD, DP2KAD dan Perwakilan MKKS.

 

Acara yang diselenggarakan di ruang rapat sekretariat  Pemkot Tangsel, bertujuan untuk menjelaskan temuan analisis data pokok pendidikan dasar mengenai sebaran dan distribusi guru di Tangerang Selatan.

 

“Saya berterimakasih kepada USAID PRIORITAS  yang telah membantu tugas pemerintah dalam meningkatkan mutu pendidikan dasar di kota Tangerang Selatan dalam mengelola data pendidikan sehingga pendistribusian guru diharapkan dapat sesuai kebutuhan mapel dan per wilayah. Hal ini memang perlu dilakukan agar ada evaluasi untuk mencapai kualitas pendidikan dasar yang lebih baik,” ujar  Asisten Daerah I Bidang Tata Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Pemerintahan Kota Tangerang Selatan, Drs. H. Ismunandar MM., membuka pertemuan konsultasi publik, beberapa hari lalu.

 

Hadir dalam kesempatan itu, Asisten Daerah bidang Administrasi (Asda 3) Pemkot Tangsel Nur Slamet dan Kepala Dinas Pendidikan Kota Tangerang Selatan Drs. H. Mathodah M.Si., yang mendukung pelaksanaan penataan dan pemerataan distribusi guru.

 

Mereka berpendapat bahwa validasi data pendidikan diperlukan untuk mendorong kebijakan yang strategis bagi peningkatan efektivitas pembelajaran. ** Baca juga: Hebohnya Lelang Amal di TK Al Azhar BSD City

 

Mathodah menegaskan pula bahwa sebagian besar guru di Tangerang Selatan telah memenuhi kualifikasi pendidikan strata satu. “Para guru sekarang tekun menempuh pendidikan S satu agar sesuai dengan prasyarat mengajar,” tambahnya.

 

Rifki Rosyad, Koordinator Provinsi Banten USAID PRIORITAS,  yang juga hadir mengatakan bahwa USAID PRIORITAS memberikan perhatian khusus untuk membantu kabupaten/kota dalam menyiapkan analisis data pokok pendidikan (DAPODIKDAS) dengan menggunakan aplikasi yang sudah dikembangkan yakni SIMDIKDAS.

 

SIMDIKDAS  sebagai langkah awal untuk menyiapkan peta distribusi guru dan selanjutnya memberikan alternatif kebijakan berdasarkan hasil analisis dan isu strategis tersebut.

 

“Penataan guru bukan sekadar memutasikan guru dari sekolah yang berkelebihan ke sekolah yang berkekurangan, tetapi sebagai entry point dalam penataan sekolah secara menyeluruh. Kami berharap dapat terjadi peningkatan efisiensi pemanfaatan sumber daya pendidikan yang lebih baik dan berkualitas,” seru Rifki Rosyad di akhir pertemuan. (asri)

Berita Terbaru