oleh

Usai Nikmati Layanan Pijat Plus, Pria Gaek Tewas Mendadak

Kabar6-Nasib tragis dialami Gunarto (65), warga Jalan Cendrawasih Blok A36/17 RT 003/011, Kelurahan Jurang Mangu Barat, Kecamatan Pondok Aren, Tangerang Selatan (Tangsel), Selasa (2/10/2012).

Pasalnya, usai berhubungan intim dengan seorang pemijat, pria gaek ini langsung tewas dilokasi panti pijat di Jalan Ceger Raya, Kelurahan Jurang Mangu Permai, Kecamatan Pondok Aren.

Peristiwa bermula saat Gunarto mendatangi sebuah panti pijat kelas melati, yang menjadi langganannya, di Jalan Ceger Raya, Kelurahan Jurang Mangu Permai, Kecamatan Pondok Aren, sekitar pukul 11.00 WIB.

Tanpa perasaan sungkan, Gunarto langsung memilih wanita pemijat yang dikehendaki. Setelah itu Gunarto langsung masuk kamar, dan menanggalkan seluruh bajunya untuk dipijat. Saat itu, Gunarto memilih PS alias N (26) sebagai jasa pemuasnya.

”Korban sudah sering datang ke sini. Tiap kali datang pasti ganti cewek yang memijatnya. Kali ini giliran saya yang memijat,” ucap PS alian N saat ditemui di Polsek Pondokaren.

Menurut N, sebelum dipijat korban tidak minum obat apapun seperti jamu atau obat kuat. Yang jelas, setelah memijat sekitar 30 menit, Gunarto langsung minta dilayani untuk berhubungan intim dengan N.

“Saya tidak tahu kalau sebelum sampai ke panti pijat dia minum obat dulu. Tapi memang saya sempat hubungan intim dengan dia,” ujarnya.

Selanjutnya kata N, Setelah selesai berhubungan intim, mendapat telepon dari seseorang.

“Dia lalu keluar kamar untuk menerima telepon. Saya juga keluar kamar untuk ke kamar mandi. Setelah saya balik lagi ke kamar, ternyata dia sudah di atas tempat tidur dengan kondisi kejang-kejang dan mulut mengeluarkan busa,” bebernya.

Panik melihat Gunarto kejang-kejang dan mulut mengeluarkan busa, N langsung memanggil karyawan panti pijat lainnya. Setelah pihak panti pijat melaporkan ke Polsek Pondok Aren.

Kapolsek Pondok Aren Kompol Parmono menyatakan, pihaknya belum bisa memastikan apa penyebeb kematian dari Gunarto. “Kami akan tunggu hasil visum dulu dari pihak rumah sakit,” ujarnya.

Namun, kata Parmono, di saku bajunya dijumpai obat diabetes. “Tidak ada bekas luka atau apapun yang mencurigakan. Saat ini kami masih menunggu hasil visum RS Premier Bintaro. Kami juga sudah minta lima orang karyawan panti pijat itu untuk dimintai keterangan,” katanya.(Iqmar)

Berita Terbaru