oleh

Usai Kunker di Tangsel, Bupati PPU Kaltim Galang PNS

Kabar6-Momentum kegiatan kunjungan kerja (Kunker) Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur (Kaltim), ke Kota Tangerang Selatan tak ingin disia-siakan.

Agenda Kunker yang didanai dari APBD tersebut juga dimanfaatkan Bupati Andi Harahap untuk konsolidasi jelang putaran pemilihan kepala daerah 2013 mendatang.

Pengamatan langsung kabar6.com, kegiatan Kunker berlangsung di Damai Indah Golf, BSD, Serpong. Agenda dalam Kunker tak lain bertujuan Pemkab PPU ingin belajar sistem pengelolaan pemerintah.

Namun, usai sesi pertemuan  tersebut, Pemkot Tangsel menggelar rapat tertutup dengan sejumlah pejabat daerah sedangkan Pemkab PPU menggelar pertemuan ditempat terpisah.

“Saya akan daftar (bursa Pilkada) tanggal 29. Semalam saya juga sudah mendapatkan dukungan dari PKS (Partai Keadilan Sejahtera). Demokrat juga sudah,” ungkap Andi Harahap, Selasa (18/12/2012).

Andi secara gamblang dihadapan para pimpinan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Pemkab PPU meminta dukungan. Kekompakan seluruh perangkat menurutnya sangat diperlukan karena  karena ia melihat masih banyak pejabat daerah setempat yang belum sepenuhnya mendukung program kedepan.

“Jadi saya mohon doa dan dukungan dari teman-teman yang ada di sini. Jangan ada dusta diantara kita,” pesan Andi, yang juga sempat mendendangkan lagu milik almarhum Broery Marantika bersama sejumlah pejabat daerah setempat.

Hal senada juga diutarakan Inspektur Pemkab PPU Thalib, yang mengingatkan kepada pejabat daerah setempat untuk tidak ada dusta diantara mereka.

Bahkan tak segan-segan Thalib meminta beberapa pejabat untuk melakukan testimoni sebagai bukti mengantarkan karpet merah bagi Andi Harahap ke puncuk pimpinan tertinggi.

“Kalau hanya PNS saja paling jumlah suaranya hanya 1000 saja. Tapi perlu ada bantuan dari SKPD untuk bisa menginformasikan langsung kepada masyarakat,” tegas Thalib.

Ditemui usai konsolidasi penggalangan PNS itu, Thalib membantah telah mengarahkan pejabat Pemkab PPU untuk mendukung pencalonan Andi menuju kursi bupati ke periode berikutnya. Menurutnya, Andi belum mendeklarasikan sebagai calon bupati di Pilkada 2013 mendatang.

“Ini dalam konteks antara bupati dengan pegawainya. Jam kerja kan sudah selesai dan kita tidak menggunakan seragam (PNS). Jadi ini bukan bukti penggalangan,” kilah Thalib, menjawab pertanyaan kabar6.com.

Terkait kalimat jangan ada dusta diantara kita yang terus menerus diungkapkan dalam pertemuan tersebut. Thalib beranggapan perbahasan ini tak lain untuk melanjutkan program kerja bupati selama mengemban tugasnya. Serta diklaim tidak ada unsur paksaan.

“Sebagai orang yang mencintai pak bupati, menyayangi pak bupati. Itu saja, sudah ya,” tutup Thalip yang pergelangan tangannya langsung ditarik oleh seorang pejabat untuk pergi mengakhiri wawancara dan meninggalkan wartawan.(yud)

Berita Terbaru